Sebuah gang di bilangan Jatinegara, Kota Jakarta Timur dikenal memiliki nama unik. Jika kebanyakan gang menggunakan nama seorang pahlawan atau buah, namun jalan kecil yang satu ini dikenal dengan nama Gang Tai.
Kata “Tai” yang dimaksud merujuk pada kotoran manusia yang konon pernah identik dengan area ini. Namun sekarang, Gang Tai sudah jauh berubah dan menjadi salah satu spot berbelanja di kawasan Pasar Lama Jatinegara.
Setiap harinya, orang ramai berlalu-lalang di gang ini untuk melakukan kegiatan jual beli atau memangkas rute perjalanan. Kira-kira bagaimana asal-usul jalan tersebut dinamakan Gang Tai? Berikut informasinya.
Advertisement
Tempat Jualan Aneka Kebutuhan
Karena letaknya masih satu kawasan dengan Pasar Lama Jatinegara, lokasi ini pun menjadi serbuan para pengunjung yang ingin mencari berbagai kebutuhan.
Biasanya tersedia berbagai keperluan mulai dari makanan ringan, aneka sandang, kacamata, perlengkapan dapur hingga buah-buahan yang dijual per kilogram.
Mengutip YouTube Candrian Attahiyyat yang khusus membahas seputar sejarah, disebutkan bahwa gang ini sudah ada sejak puluhan tahun silam.
“Jadi Gang Tai ini posisinya agak miring ya, letaknya di pinggir jalan,” kata Candrian Attahiyyat.
Advertisement
Cuma Bisa Dilewati Dua Orang
Meski disebut gang, namun ukurannya tidak terlalu sempit. Gang Tai ini punya kapasitas hingga dua orang yang berpapasan.
Namun karena ditempati sejumlah gerobak jualan, maka kendaraan roda dua tidak bisa masuk ke gang tersebut. Gang ini pun lebih banyak digunakan oleh pejalan kaki.
“Dan jalannya sih tidak terlalu sempit sebenarnya, dan sudah lama,” katanya.
Advertisement
Asal-usul Disebut Gang Tai
Menurut keterangan warga yang sudah lama berjualan di gang tersebut, penamaan ini memang sudah berlangsung puluhan tahun.
Kabarnya, gang tersebut dulunya merupakan saluran irigasi di sekitar pasar. Kemudian, saluran tersebut juga merupakan bagian belakang bangunan yang ada di sana sehingga para pemiliknya kerap membuang kotoran di saluran tersebut.
“Dulunya gang ini belakang dari rumah-rumah ini ya, dan pemiliknya pada buang kotoran di sini. Ini dibuang ke got, dan belum jadi jalan seperti sekarang,” sebut Candrian.
Advertisement
Dulu Bukan Jalan Umum
Diperoleh keterangan bahwa area tersebut juga dahulu bukanlah sebuah jalan umum seperti sekarang. Kondisinya disebut bau, dengan air got berwarna pekat.
Itulah mengapa, gang ini dulunya tidak dilalui warga dan orang-orang karena merupakan saluran pembuangan.
“Nama ini sudah lama, dan dulunya bau di sini, nggak ada yang lewat,” kata warga yang ditanya oleh Candrian.