Doa Malam Pertama Pengantin Baru, Berikut Lafadz dan Artinya
Merdeka.com - Perkawinan merupakan ibadah yang luhur dan suci di mana melalui pernikahan terbentuklah keluarga. Islam telah mengatur suatu ikatan yang sah berdasarkan Al-Quran dan sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk membentuk sebuah keluarga.
Tujuan dari pada pernikahan adalah untuk membina keluarga yang bahagia dan harmonis. Tujuan tersebut dapat tercapai apabila kedua belah pihak baik istri maupun suami dapat menjalani peran dan tanggung jawabnya masing-masing.
Mewujudkan keluarga harmonis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak sandungan-sandungan mulai masalah besar hingga kecil sekalipun, baik masalah yang muncul dari suami istri itu sendiri maupun dari pihak luar, banyak kemungkinan yang terjadi bahkan tidak akan disangka-sangka sebelumnya.
Apabila suami dan istri tidak bisa lagi merasakan kebahagiaan dalam rumah tangganya, sangatlah mungkin jika suami istri tersebut akan memilih perceraian sebagai jalan terbaik bagi kehidupan rumah tangganya.
Salah satu kunci keharmonisan rumah tangga bukan hanya kehidupan lahir yang tercukupi, tetapi juga kebutuhan batin. Berkaitan dengan kebutuhan batin, Islam mengatur agar setiap umatnya hendaknya mengamalkan doa terlebih dahulu sebelum melakukan jima atau berhubungan suami istri.
Berikut ini informasi lengkap mengenai doa malam pertama pengantin baru, lengkap dengan lafadz dan artinya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.
Doa Malam Pertama
Dalam Islam, sebelum berhubungan suami-istri atau jimak kita dianjurkan untuk minimal kepada Allah. Dengan harapan dapat mendatangkan perlindungan Allah SWT dan dikarunia anak saleh kelak jika Allah menakdirkannya dari hubungan tersebut.
Hal sesuai dengan yang diterangkan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla fil Akhlaq wat Tashawwuf wal Adabil Islamiyah, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, tahun 1997 M/1417 H, juz I, halaman 103
بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ
Bismillâhil ‘aliyyil ‘azhîm. Allâhummaj‘alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbî. Allâhumma jannibnis syaithâna wa jannibis syaithâna mâ razaqtanî.
Artinya, “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kauanugerahkan padaku.”
Adab Berhubungan Suami Istri Dalam Islam
Kehidupan seks yang sehat dalam perkawinan suami istri sebaiknya memelihara keseimbangan perasaan dan kesehatan jasmaninya. Sesudah mencapai kematangan seks, maka pasangan suami istri akan mengalami siklus hasrat untuk melakukan senggama.
Dalam Islam penting memperhatikan adab berhubungan suami istri agar tidak ada dari keduanya yang merasa tertekan dan dirugikan. Suami yang bijaksana adalah suami yang tidak hanya mementingkan kepuasan diri sendiri, akan tetapi juga berupaya memberikan kepuasan kepada istrinya. Karena itu, cumbu rayu sangat diperlukan sebelum dimulainya hubungan badan atau jima.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya yang artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya sebagaimana hewan menggauli sesamanya. Hendaknya ia mengadakan pemanasan (perantara) terlebih dahulu dengan jalan ciuman dan kata-kata mesra.” (HR. Turmudzi)
Membuat variasi dari aneka posisi dalam bersenggama bukanlah sesuatu yang dilarang. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 223 yang memiliki arti berikut ini:“Istri-istrimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja kamu kehendaki.”
Pasangan keluarga muslim atau bagi siapa saja yang ingin “mendatangi” istrinya atau "didatangi” harus memperhatikan adab jima itu sendiri yaitu sebagai berikut:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya