Bacaan Doa Sore Hari sesuai Ajaran Nabi, Amalkan secara Rutin
Merdeka.com - Allah selalu melimpahkan nikmat, rahmat, dan rezekinya setiap waktu pada orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang kita lakukan hendaknya diiringi dengan bacaan doa dan dzikir.
Begitu juga di waktu sore, yaitu waktu peralihan dari masuknya waktu sholat Ashar hingga waktu sholat Maghrib. Di saat banyak orang mengakhiri rutinitas kerja atau belajarnya, ada baiknya kita mengamalkan doa sore hari di perjalanan pulang.
Membaca doa sore hari adalah salah satu bentuk upaya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan keseharian kita lebih bermakna. Doa sore hari juga memiliki makna tentang pujian terhadap Allah SWT dan mengingatkan ketidakberdayaan kita tanpa adanya perlindungan dari-Nya.
Ada beberapa macam doa sore hari yang bisa Anda amalkan. Ada doa yang pendek sehingga mudah dihafalkan, dan ada juga bacaan doa yang panjang dengan makna yang lebih luas. Berikut adalah bacaan doa sore hari yang kami lansir dari dream.co.id.
Doa Sore Hari dari Riwayat Abu Hurairah
Doa sore hari pertama berasal dari sebuah riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar. Doa tersebut diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Berikut bunyi bacaan doanya:
اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Allāhumma bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūr
Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali.” (HR Abu Dawud, At-Tirmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).
Doa Sore Hari dari Riwayat Imam Tirmidzi
Yang kedua, ada doa sore hari yang didasarkan pada riwayat Imam Tirmidzi dari Tsaubah radhiyallahu 'anhu. Bunyi doanya adalah sebagai berikut:
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وِبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا
Radhītu billāhi rabbā, wa bil islāmi dīnā, wa bi Muhammadin shallallāhu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rasūlā.
Artinya: “Aku rela Allah sebagai tuhan, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul,” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Al-Hakim).
Doa Sore Hari dari Riwayat Ibnu Mas’ud
Selain dua doa singkat tersebut, Imam Nawawi juga mengutip doa sore hari yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dalam shahih Muslim. Bacaan doa sore hari tersebut adalah:
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى المُلْكُ للهِ، وَالحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسْلِ وَسُوْءِ الكِبَرِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي القَبْرِ
Amsainā wa amsal mulku lillāhi wal hamdu lillāhi, lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai‘in qadīr. Rabbi, as’aluka khaira mā fī hādzihil lailata wa khaira mā ba‘dahā, wa a‘ūdzu bika min syarri mā fī hādzihil lailata wa khaira mā ba‘dahā. Rabbi, a‘ūdzu bika minal kasli wa sū’il kibari. A‘ūdzu bika min ‘adzābin fin nāri wa ‘adzābin dil qabri.
Artinya: “Kami dan kuasa Allah bersore hari. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu kejahatan malam ini dan malam sesudahnya. Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan kedaifan masa tua. Aku memohon perlindungan-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur.”
Dzikir Sore Hari
Selain membaca doa sore hari, Anda juga bisa melengkapi ibadah sore Anda dengan menambahkan dzikir petang yang cocok mengiringi waktu sore Anda. Berikut beberapa bacaan dzikir sore yang bisa Anda amalkan.
Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Diriwayatkan dari hadis Bukhari, seseorang yang membacanya di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan seseorang yang membacanya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.
Dzikir Meminta Perlindungan dan Keselamatan
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x).
Diriwayatkan dari Abu Daud dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya bacaan dzikir ini berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai gangguan.
Membaca "Subhanallah Wa Bi Hamdih"
Baca lafadz 'subhanallah wa bi hamdih' di sore hari sebanyak 100 kali, karena barangsiapa yang mengucapkan kalimat ini di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.”
Dzikir Petang
Barangsiapa yang membaca dzikir berikut ini di sore hari sebanyak sepuluh kali, Allah SWT akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan 10 kesalahan, mendapatkan kebaikan seperti memerdekakan 10 budak, dan mendapat perlindungan dari gangguan setan hingga pagi hari.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya