Alasan Doa Tidak Terkabul bagi Umat Islam, Jangan Diabaikan

Kita tentu berharap agar setiap doa yang kita ucapkan dapat terkabul. Meski begitu, tidak semua doa akan dikabulkan. Ada alasan doa tidak terkabul yang harus kita sadari. Namun, ini bukan karena Allah SWT yang pemilih, melainkan karena ulah manusia itu sendiri.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Alasan Doa Tidak Terkabul bagi Umat Islam, Jangan Diabaikan
ilustrasi sholat. qamarislamkhan.com

Bagi umat Islam, doa adalah bagian dari kehidupan beragama. Kata-kata doa yang dipanjatkan adalah harapan yang hanya bisa disampaikan pada Allah SWT. Dan doa ini tidak hanya dipanjatkan sekali, namun berulang kali sampai akhir hayat.

Baca juga: Doa Sholat Hajat Agar Keinginan Cepat Terkabul

Tanpa kita sadari, doa adalah senjata umat Islam yang paling kuat. Doa adalah waktu kita memohon pada Sang Pencipta, waktu kita berbicara kepada Allah SWT. Doa memang memiliki pengaruh yang besar. Hal ini juga dijelaskan dalam hadis dari Abu Hurairah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).

Kita tentu berharap agar setiap doa yang kita ucapkan dapat terkabul. Meski begitu, tidak semua doa akan dikabulkan. Ada alasan doa tidak terkabul yang harus kita sadari. Namun, ini bukan karena Allah SWT yang pemilih, melainkan karena ulah manusia itu sendiri. Berikut ini, kami sampaikan apa saja alasan doa tidak terkabul yang tidak boleh diabaikan oleh kaum muslimin.

Menyepelekan Kekhusyuan saat Berdoa

Alasan doa tidak terkabul yang pertama adalah menyepelekan kekhyusuan ketika berdoa. Dilansir dari muslimah.or.id, hendaknya kita memohon dan memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan bersikap khusyu, merendahkan diri di hadapan Allah SWT, tawadhu, dan menghadirkan hati.

Allah ta’ala berfirman,

Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf:55)

Allah ta’ala juga berfirman,

Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiya’:90).

Merasa Doanya Tidak Terkabul dan Tergesa-gesa

Alasan doa tidak terkabul yang kedua yaitu karena seseorang merasa putus asa doanya tidak terkabul, serta tergesa-gesa ingin segera dikabulkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

Doa yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, ‘Aku telah berdoa namun tidak juga terkabul.’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Memakan Harta Haram

Alasan doa tidak terkabul yang ketiga yakni karena memakan harta atau barang haram. Alasan yang satu ini merupakan penghalang terbesar yang membuat doa kita jadi sulit untuk dikabulkan. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita menjauhi makanan dan barang haram jika tidak ingin doanya terhalang.

Dilansir dari muslim.or.id, hal ini juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya menjadi kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat kedua tangannya ke langit dan berdoa, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya” (HR. Muslim).

Bersikap Lalim dalam Berdoa

Alasan doa tidak terkabul yang keempat adalah karena sikap lalim saat memanjatkan doa. Contoh alasan doa tidak terkabul karena sikap lalim yaitu berdoa agar dapat melakukan dosa, agar ditimpakan bencana, atau agar hubungan kekerabatan terputus.

Sebagaimana hadis dari riwayat At-Tirmidzi dan selainnya dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Di muka bumi ini, tidak ada seorang muslim pun yang memanjatkan doa kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberi hal yang dipintanya atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang senilai dengan isi doanya, sepanjang dia tidak memohon doa yang mengandung dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.” (HR. Turmudzi dan Ahmad).

Rekomendasi