5 Pengoplos Gas Elpiji Ditangkap di Cileungsi, Pelaku Untung Rp 115 Juta/bulan

Rabu, 29 Juni 2022 14:20 Reporter : Nurul Diva Kautsar
5 Pengoplos Gas Elpiji Ditangkap di Cileungsi, Pelaku Untung Rp 115 Juta/bulan Kasus pengoplosan gas elpiji. ©2019 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Sebanyak lima orang terduga pengoplos gas bersubsidi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berhasil diamankan petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Polda Jabar belum lama ini. Dari pendalaman polisi, keuntungan para pelaku mencapai ratusan juta rupiah.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan terungkapnya kasus berawal dari ditangkapnya tiga tersangka berinisial RP, LMP, dan SMS. Ketika dibekuk, mereka kedapatan tengah memindahkan isi gas 3 kilogram ke tabung elpiji 12 kilogram non subsidi.

"Mereka ditemukan tertangkap tangan sedang memindahkan isi gas ke tabung 12 kilogram, setelah itu kami lakukan pendalaman lagi dan menangkap dua tersangka berinisial AS dan HS sehingga total pelaku pengoplos lima orang," kata Ibrahim di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kota Bandung, Selasa (28/6), mengutip ANTARA

2 dari 3 halaman

Dijual ke Jakarta sampai Subang

kg buat orang miskin

Elpiji 3 kg 

©2015 Merdeka.com

Menurut polisi, alur bisnis haram mereka dimulai dari pelaku yang membeli empat tabung gas berisi 3 kilogram seharga Rp72 ribu di beberapa distributor. Kemudian mereka mengisikan gas tersebut ke tabung 12 kilogram.

Para pelaku sendiri menjual tabung gas 12 kilogram hasil oplosan seharga Rp120 ribu, dan mendistribusikannya ke berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bogor, hingga Subang.

Disebut Ibrahim, pelaku melakukan tindakan demikian sejak bulan Maret 2022 lalu, hingga merugikan negara Rp8 miliar rupiah.

3 dari 3 halaman

Kantongi Rp115 Juta/bulan

Dalam satu hari, pelaku bisa mengoplos hingga 80 tabung gas 12 kilogram. Dari angka itu, pelaku bisa meraup keuntungan hingga Rp115 juta selama sebulan.

"Jadi ini kan ada selisih yang menjadi keuntungan dari hasil pemindahan," kata Ibrahim.

Sementara, Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jawa Barat AKBP Roland Ronaldy mengatakan jika upaya penindakan telah sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, demi menyelamatkan program subsidi pemerintah.

"Ini untuk mendukung penyelamatan program subsidi pemerintah di bidang elpiji," kata Roland.

Akibat perbuatannya pelaku disangkakan Pasal 55 paragraf 5 tentang Energi dan Sumber Daya Mineral UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas Perubahan UU RI Nomor 22 Tahun 2002 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf C UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Para tersangka sendiri terancam hukuman hingga enam tahun kurungan penjara.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini