Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Macam-macam Gaya Bahasa dalam Sastra beserta Pengertian dan Contohnya

4 Macam-macam Gaya Bahasa dalam Sastra beserta Pengertian dan Contohnya Ilustrasi membaca buku. ©2015 Pixabay

Merdeka.com - Dalam sebuah karya sastra, kita mengenal adanya gaya bahasa. Gaya bahasa ini dikenal juga dengan sebutan majas. Tujuan penggunaan gaya bahasa ini adalah untuk membuat pembaca mendapatkan efek tertentu yang bersifat emosional dari apa yang mereka baca.

Penggunaan gaya bahasa, atau majas ini juga akan membuat sebuah cerita jadi lebih menarik dan lebih hidup. Seseorang yang membaca cerita pun juga tidak akan bosan dan bahkan bisa merasakan apa yang sedang mereka baca.

Gaya bahasa memiliki bermacam-macam jenis. Secara garis besar, gaya bahasa terbagi menjadi empat macam yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Empat macam-macam gaya bahasa yaitu gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, gaya bahasa sindiran, dan gaya bahasa penegasan.

Berikut ini, akan merdeka.com sampaikan beberapa macam-macam gaya bahasa, yang dilansir dari liputan6.com.

Gaya Bahasa Perbandingan

008 siti rutmawati

www.walesonline.co.uk

Macam-macam gaya bahasa yang pertama adalah majas perbandingan. Majas perbandingan adalah majas yang gaya bahasanya diungkapan dengan cara menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek lainnya, bisa berupa penyamaan, pelebihan, atau penggantian.

Majas perbandingan ini masih dibagi lagi ke dalam beberapa macam-macam gaya bahasa, seperti:

  • Personifikasi, adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Contohnya seperti, angin malam telah melarang aku ke luar.
  • Metafora, adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contoh majas metafora seperti usahanya bangkrut karena memiliki utang dengan lintah darat.
  • Eufemisme, adalah gaya bahasa di mana kata-kata yang dianggap kurang baik diganti dengan padanan kata yang lebih halus. Contohnya, Karena terjerat kasus korupsi, ia harus dihadapkan di meja hijau.
  • Metonimia, adalah gaya bahasa yang menyandingkan istilah sesuatu untuk merujuk pada benda yang umum. Contohnya, bila haus, minumlah Aqua. Kata Aqua di sini dikenal sebagai sebuah brand air mineral yang sudah cukup terkenal.
  • Simile, adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu aktivitas dengan suatu ungkapan. Contoh gaya bahasa ini seperti, anak kecil itu menangis bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
  • Alegori, adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu objek dengan kata kiasan. Contohnya, mencari wanita yang sempurna seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.
  • Sinekdok, adalah majas yang terbagi menjadi dua yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte. Contoh gaya bahasa ini seperti
  • Pars pro Toto: Hingga bel berbunyi, batang hidung Reni belum juga kelihatan.
  • Totem pro Parte: Indonesia berhasil menjuarai All England hingga delapan kali berturut-turut.
  • Simbolik, adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya. Contohnya seperti, perempuan itu memang jinak-jinak merpati.
  • Asosiasi, adalah gaya bahasa yang membandingkan dua objek berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung bagaikan, bak, atau seperti. Contohnya, wajah ayah dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua.
  • Hiperbola, adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan terkesan tidak masuk akal. Contohnya, pria itu memiliki semangat yang keras seperti baja, tentu ia akan menjadi orang sukses.
  • Gaya Bahasa Pertentangan

    Macam-macam gaya bahasa yang kedua yaitu gaya bahasa pertentangan. Majas pertentangan adalah gaya bahasa dalam karya sastra yang menggunakan kata-kata kiasan di mana maksudnya berlawanan dengan arti sebenarnya.

    Majas pertentangan memiliki beberapa macam-macam gaya bahasa, yaitu:

  • Paradoks, merupakan suatu gaya bahasa yang membandingkan situasi sebenarnya dengan situasi kebalikannya. Contoh majas ini seperti, di tengah keramaian itu aku merasa kesepian.
  • Antitesis, merupakan gaya bahasa yang memadukan pasangan kata di mana memiliki arti yang saling bertentangan. Contohnya, Orang akan menilai baik buruk diri kita dari sikap kita kepada mereka.
  • Kontradiksi interminus, merupakan gaya bahasa yang menyangkal pernyataan yang disebutkan sebelumnya. Biasanya majas ini disertai dengan konjungsi misalnya hanya saja atau kecuali. Contoh gaya bahasa ini seperti, Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka yang berada di perbatasan.
  • Litotes, merupakan suatu ungkapan seperti merendahkan diri meskipun pada kenyataan sebenarnya justru sebaliknya. Contohnya seperti, silakan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini. Kata rumah di sini disebut sebagai gubuk.
  • Gaya Bahasa Sindiran

    buku

    ©2015 Pixabay

    Macam-macam gaya bahasa yang ketiga adalah majas sindiran. Majas sindiran adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan dengan tujuan untuk memberikan ejekan atau sindiran bagi seseorang, perilaku, dan suatu kondisi.

    Beberapa jenis majas sindiran yaitu:

  • Sinisme, adalah gaya bahasa di mana seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Contohnya, Kotor sekali kamarmu sampai debu debu bertebaran di mana-mana.
  • Sarkasme, adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain dengan konotasi yang kasar. Contohnya, dasar tidak becus! Kalau tidak bisa kerja, kamu hanya akan jadi sampah masyarakat.
  • Ironi, adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan dengan makna berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contohnya, rapi sekali ruanganmu, sampai aku kesulitan untuk duduk di sini.
  •  

    Gaya Bahasa Penegasan

    Macam-macam gaya bahasa yang terakhir yaitu majas penegasan. Majas ini adalah gaya bahasa untuk menyatakan sesuatu secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca atau pendengar.

    Beberapa jenis majas penegasan adalah:

  • Repetisi, adalah gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat. Contohnya seperti, pria itu pencopetnya, dia pelakunya, dia yang mengambil dompet saya.
  • Retorik, merupakan gaya bahasa dalam bentuk kalimat tanya tetapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya dipakai untuk penegasan sekaligus sindiran. Contohnya, kalau kamu sholat subuh setiap kapan saja?
  • Pleonasme, merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna sama, tapi diulang-ulang terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu. Contohnya, Kita harus maju ke depan agar bisa menjelaskan pada teman sekelas. Kata maju sudah pasti ke depan.
  • Klimaks, adalah gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan di mana tingkatannya semakin lama semakin tinggi. Contohnya, pada saat itu semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia pergi mengungsi akibat gempa.
  • Antiklimaks, adalah gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah. Contohnya seperti, setiap hari Senin, mulai kepala sekolah, guru, staff dan siswa rutin melaksanakan upacara bendera.
  • Pararelisme, adalah gaya bahasa yang mengulang-ulang sebuah kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam beberapa definisi yang berbeda. Biasanya jenis majas ini digunakan pasa sebuah puisi. Contoh majas ini seperti, sayang itu sabar. sayang itu lemah lembut. sayang itu memaafkan..
  • Tautologi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata yang bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud tertentu. Contoh gaya bahasa ini seperti, sia adalah gadis yang penuh dengan kasih, sayang, dan cinta.
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP
    Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru, Pengertian, dan Ciri-cirinya
    Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru, Pengertian, dan Ciri-cirinya

    Puisi adalah salah satu genre sastra yang paling tua dan mengedepankan sisi emosional. Puisi lama dan puisi baru adalah jenis-jenis dalam puisi.

    Baca Selengkapnya
    100 Kata Konotasi, Lengkap dengan Arti dan Contoh
    100 Kata Konotasi, Lengkap dengan Arti dan Contoh

    100 kata konotasi ini bisa jadi bahan pembelajaran.

    Baca Selengkapnya
    Kenali 4 Gaya Belajar Anak, Orangtua Perlu Tahu untuk Bantu Maksimalkan Perkembangannya
    Kenali 4 Gaya Belajar Anak, Orangtua Perlu Tahu untuk Bantu Maksimalkan Perkembangannya

    Gaya belajar anak sangat menentukan bagaimana mereka bisa menyerap informasi secara maksimal.

    Baca Selengkapnya
    Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
    video untuk kamu.
    SWIPE UP
    Untuk melanjutkan membaca.
    25  Kata-Kata Perpisahan Sekolah Singkat Bahasa Inggris, Penuh Makna dan Menyentuh Hati
    25 Kata-Kata Perpisahan Sekolah Singkat Bahasa Inggris, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

    Perpisahan sekolah merupakan momen yang penuh emosional bagi siswa dan guru.

    Baca Selengkapnya
    Cara Mengenalkan Buku pada Anak, Berikut Manfaatnya
    Cara Mengenalkan Buku pada Anak, Berikut Manfaatnya

    Mengenalkan buku pada anak merupakan langkah awal yang menentukan dalam membentuk kebiasaan membaca dan cinta literasi yang akan bertahan seumur hidup.

    Baca Selengkapnya
    Prosa adalah Karya Sastra Naratif, Ketahui Karakteristik dan Tujuannya
    Prosa adalah Karya Sastra Naratif, Ketahui Karakteristik dan Tujuannya

    Prosa adalah karya sastra berupa cerita yang populer dan banyak digemari.

    Baca Selengkapnya
    Tujuan Teks Eksposisi, Lengkap dengan Penjelasannya
    Tujuan Teks Eksposisi, Lengkap dengan Penjelasannya

    Teks eksposisi adalah suatu jenis karangan yang memaparkan gagasan, konsep, atau fakta yang bersifat umum.

    Baca Selengkapnya
    Contoh Saran Makalah Beserta Penjelasan Lengkapnya yang Bisa Dipelajari
    Contoh Saran Makalah Beserta Penjelasan Lengkapnya yang Bisa Dipelajari

    Kumpulan contoh saran makalah beserta penjelasan lengkap yang mudah dipahami.

    Baca Selengkapnya
    Contoh Cerpen atau Cerita Pendek, Alurnya Tetap Menarik Meski Singkat
    Contoh Cerpen atau Cerita Pendek, Alurnya Tetap Menarik Meski Singkat

    Cerpen merupakan karya sastra berbentuk prosa yang hanya memiliki satu tahapan alur cerita.

    Baca Selengkapnya