4 Fakta Penemuan Ladang Ganja di Cianjur, Ditanam di Dekat Situs Purba Gunung Padang

Rabu, 29 Juni 2022 11:33 Reporter : Nurul Diva Kautsar
4 Fakta Penemuan Ladang Ganja di Cianjur, Ditanam di Dekat Situs Purba Gunung Padang Ilustrasi ganja. © Mdzol.com

Merdeka.com - Anggota kepolisian dari Polres Cianjur, Jawa Barat, berhasil mengungkap keberadaan ladang ganja di wilayah perbukitan Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, pada Selasa (28/6). Lokasi penemuannya sendiri sulit dijangkau, dan salah satunya berada di dekat situs purbakala Gunung Padang.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menjelaskan, dari hasil pencarian yang sudah dilakukan jumlah ladang ganja yang ditemukan mencapai puluhan hektare. Lokasinya pun disebut Doni terpencar-pencar, sehingga penyisiran terus dilakukan.

Diketahui, penemuan ladang ganja tersebut bermula dari laporan masyarakat yang curiga dan saat ini telah mencapai tujuh titik dengan jarak antar ladang mencapai 2 hingga 3 kilometer. Berikut sejumlah faktanya.

2 dari 4 halaman

Siap Panen Bulan Depan

ilustrasi ganja

sxc.hu

Dari hasil pendalaman di lokasi, ratusan tanaman ganja berhasil ditemukan dan diperkirakan siap panen bulan depan. Warga yang mendapati tanaman-tanaman tersebut langsung melaporkannya ke Mapolres Cianjur.
.
"Mendapat laporan tersebut, kami bersama Satnarkoba Polres Cianjur mendatangi lokasi tepatnya di Gunung Karuhun, Desa Cimenteng. Di lokasi ditemukan lebih dari dua ratus batang ganja yang sudah siap panen," ungkapnya, dikutip dari ANTARA.

Saat dilakukan operasi, tidak mendapati seorang pun di ladang ganja tersebut, sehingga pihaknya meminta keterangan saksi mata warga sekitar guna menelusuri pemilik ladang ganja yang tersebar di beberapa titik di sepanjang Gunung Karuhun itu.

"Seluruh batang ganja kita amankan ke Mapolres Cianjur, selanjutnya kita akan mendalami siapa pelaku atau pemilik lahan ganja di atas bukit yang disebut warga Gunung Karuhun. Kami akan mintai keterangan saksi warga sekitar," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Lokasi Penanaman Berjauhan

Sementara, Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Maruf Murdianto menjelaskan bahwa pelaku melakukan penanaman dengan tidak berdekatan. Hal itu berdasarkan jarak antara ladang pertama dan ke dua yang memiliki jarak yang cukup jauh.

Selanjutnya, pihak kepolisian pun akan terus melakukan penyisiran untuk mengungkap perkebunan ganja tersebut.

"Kami akan terus menyisir lokasi penemuan baru di tiga titik lainnya. Untuk saat ini, baru 200 batang lebih yang sudah diamankan. Anggota kami melaporkan penanaman ada tiga titik lain yang jaraknya berjauhan, sehingga sulit dijangkau," ucapnya.

Sudah 10 Hektar yang Terungkap dan Ada yang Ditanam Dekat Gunung Padang

Secara keseluruhan, jumlah luasan lahan yang ditanami ganja telah mencapai hingga 10 hektare. Jarak terdekat lahan pertama yang ditemukan sejauh 2 kilometer dari jalan setapak yang biasa dilalui warga.

Pelaku sengaja menanam ganja di jalur yang jarang dilalui warga, bahkan mereka menanam di lereng yang curam, sehingga sulit terlihat. Beberapa ratus batang ganja di antaranya juga ditanam tidak jauh dari Situs Megalit Gunung Padang yang selama ini jauh dari jangkauan warga.

4 dari 4 halaman

Sengaja Ditanam di Lokasi Curam

Untuk ratusan batang yang berdekatan dengan situs tersebut, ditanam di dalam jurang yang sulit dijangkau oleh warga atau orang biasa. Namun sejumlah jalur setapak terlihat bekas dilalui manusia.

Jarak antar ladang sendiri paling dekat sekitar 2 sampai 3 kilometer. Sebagian besar posisi ladang berada di tengah hutan milik Perhutani. Total sudah ada tujuh titik ladang yang tercatat dan ditemukan.

Pihak kepolisian pun turut mengimbau warga agar melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan, terutama terkait peredaran narkotika agar ruang gerak pelaku semakin sempit.

"Segera lapor jika mendapati kegiatan mencurigakan di wilayah tempat tinggal masing-masing. Untuk pelaku penanam ganja akan kami buru sampai tertangkap," katanya.

Saat ini identitas dari pemilik dan penanam ganja di kawasan Gunung Karuhun itu sudah dikantongi dan masih dilakukan perburuan.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini