Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

29 Maret Memperingati Hari Filateli Nasional, Kenali Asal Usulnya

Setiap tanggal 29 Maret, kita merayakan Hari Filateli Nasional, sebuah peringatan yang menghargai seni dan sejarah dari prangko dan filateli. Mungkin di zaman sekarang istilah filateli sudah sangat jarang terdengar.

Namun dengan hari peringatan ini, kita mengingat kembali dan membagikan pada publik tentang salah satu hobi yang sangat menarik dan berkaitan dengan budaya kita.

Apa Itu Filateli?

Filateli adalah studi atau penelitian tentang prangko dan sejarah pos. Filateli juga mengacu pada kegiatan koleksi, apresiasi dan penelitian pada prangko serta produk filateli lainnya. Namun, filateli bukan hanya sekadar pengumpulan prangko atau studi tentang prangko; seseorang bisa menjadi filatelis tanpa mengoleksi prangko. Misalnya, jika prangko-prangko yang sedang dipelajari mungkin sangat langka atau hanya ada di museum.

Kata “filateli” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata philos dan ateleia. Philos artinya teman, sedangkan ateleia artinya bebas bea.

Secara harfiah, filateli bisa diartikan sebagai membebaskan teman atau kawan dari bea pos. Dengan kata lain, filateli adalah aktivitas atau hobi mengumpulkan perangko atau benda pos lainnya.

Asal Usul Hari Filateli Nasional

Hari Filateli Nasional diperingati setiap tanggal 29 Maret dan ditetapkan sejak tahun 2006. Umumnya, orang yang memiliki hobi filateli lebih mengutamakan benda-benda pos edisi lama, meski edisi baru juga tidak dikesampingkan. Semakin berusia tua, barang koleksi akan memiliki harga yang lebih tinggi.

Perayaan pertama hari filateli nasional ditandai dengan peresmian FIAP EXCO Meeting di Yogyakarta. Agenda tersebut merupakan pertemuan tingkat tinggi dari federasi organisasi filatelis di seluruh Asia Pasifik.

Sejarah Hari Filateli Indonesia dimulai ketika sekelompok kolektor perangko membentuk klub filateli di Batavia dan menamainya dengan “postzegelverzamelaars club Batavia.” Klub ini diakui oleh para penguasa setempat pada tanggal 29 Maret 1922.

Organisasi tersebut kemudian berkembang hingga pada 15 Agustus 1940 di Jakarta, aspirasi lokal dari berbagai wilayah di Indonesia mencetuskan untuk membentuk organisasi yang sama bernama “Nederlandsch indische vereeniging van postzegel verzamelaars.”

Dengan adanya organisasi ini, diharapkan dapat menjadi wadah dan menjadi gerakan yang terstruktur secara nasional.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, perkumpulan tersebut berganti nama menjadi “algemene Vereeniging Voor Philatelisten in Indonesia”. Lalu, pada tahun 1953 namanya kembali diubah menjadi Perkumpulan Umum Philateli Indonesia (PUPI).

Organisasi tersebut terus mengalami pergantian nama sebanyak dua kali, termasuk Perkumpulan Philatelis Indonesia (PPI) pada tahun 1965, dan Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) sejak 1985 hingga kini.

29 Maret Memperingati Hari Filateli Nasional, Kenali Asal Usulnya

Pada tahun 1969, Indonesia bergabung menjadi anggota Federation International de Philatelie (FIP) yang berkedudukan di Swiss.

Bergabungnya Indonesia ini dilakukan agar para filatelis Indonesia dapat mengikuti setiap perkembangan filateli dunia. Indonesia dan beberapa anggota FIP wilayah asia kemudian membentuk federation of inter–asian philately (FIAP), yang berkedudukan di Singapura tahun 1974, dengan anggotanya terdiri dari Perkumpulan Filateli di wilayah Asia Pasifik.

merdeka.com

Tujuan Hari Filateli Nasional

Hari Filateli Nasional diperingati setiap tanggal 29 Maret dengan tujuan untuk memperingati perkembangan prangko dari masa ke masa. Filateli sendiri adalah kegiatan mengumpulkan atau mengkoleksi prangko dan benda-benda pos lainnya.

Tujuan utama dari kegiatan filateli adalah untuk memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.

Kegiatan mengumpulkan prangko dapat meningkatkan pengetahuan umum, sebab prangko-prangko yang diterbitkan berbagai negara ini menampilkan gambar-gambar yang variatif berkaitan dengan sejarah, ekonomi, politik, budaya, flora, fauna dan sebagainya.

Hampir seluruh kehidupan manusia tercermin pada prangko yang secara resmi diterbitkan oleh negara-negara yang berdaulat di seluruh dunia. Pada dasarnya prangko, telah mengabadikan dan mendokumentasikan peradaban kehidupan manusia di muka bumi.

29 Maret Memperingati Hari Filateli Nasional, Kenali Asal Usulnya

Mengumpulkan prangko juga dapat membentuk sifat-sifat mental pribadi yang positif, antara lain sifat giat bersemangat, yang diperlukan dalam mencari atau “berburu” prangko untuk melengkapi koleksi.

Sifat sabar, untuk menunggu prangko tertentu yang masih belum lengkap serinya, baik dengan tukar menukar maupun membeli pada bursa, lelang prangko dan sebagainya.

Sifat tekun, saat menyusun koleksi yang dapat dibanggakan, hingga bisa dipertandingkan dalam kompetisi dunia, yang memerlukan waktu bertahun-tahun.

<b>Prangko di Zaman Modern</b>

Prangko di Zaman Modern

Di era digital seperti saat ini, prangko masih memiliki peran penting meski penggunaannya telah berubah.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, prangko masih digunakan, tetapi lebih sering ditemukan dalam konteks koleksi daripada sebagai alat untuk membayar ongkos kirim surat.

Ini berbeda dengan fungsi asli prangko yang dicetuskan oleh Rowland Hill dari Inggris, di mana prangko digunakan sebagai bukti pembayaran kiriman surat, sehingga biaya kirim ditanggung oleh pengirim.

Meski demikian, prangko tetap memiliki nilai dan fungsi penting. Prangko kini tidak hanya digunakan untuk pengiriman surat, tetapi juga sebagai komoditas dagang dan alat diplomasi.

Prangko-prangko yang diterbitkan saat ini sering kali menampilkan gambar-gambar yang variatif dan menarik, mencerminkan berbagai aspek sejarah, ekonomi, politik, budaya, flora, fauna dan lainnya.

Oleh karena itu, banyak orang masih mengumpulkan prangko, baik karena senang dengan gambarnya, warnanya yang menarik, atau karena ingin belajar dari prangko tersebut.

Selain itu, prangko juga masih digunakan dalam konteks filateli, yaitu studi atau penelitian tentang prangko dan sejarah pos. Filateli melibatkan lebih dari sekadar pengumpulan prangko atau studi tentang prangko; seseorang bisa saja menjadi filatelis tanpa mengoleksi prangko. Misalnya, jika prangko-prangko yang sedang dipelajari mungkin sangat langka atau hanya ada di museum.

Jadi, meski teknologi digital telah mengubah cara kita berkomunikasi, prangko masih memiliki tempat dan fungsi penting di masyarakat modern. Mereka tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya kita, dan terus digunakan dan dikumpulkan oleh banyak orang di seluruh dunia.

20 Maret Peringati Hari Kebahagiaan Internasional, Ketahui Tujuannya
20 Maret Peringati Hari Kebahagiaan Internasional, Ketahui Tujuannya

Peringatan Hari Kebahagiaan Internasional selalu diperingati setiap tanggal 20 Maret oleh masyarakat dunia.

Baca Selengkapnya
Peringatan Hari Perawat Nasional 17 Maret 2024, Ini Sejarah Singkat dan Tujuannya
Peringatan Hari Perawat Nasional 17 Maret 2024, Ini Sejarah Singkat dan Tujuannya

Peringatan ini merupakan penghormatan terhadap kontribusi besar yang telah diberikan oleh para perawat dalam bidang kesehatan.

Baca Selengkapnya
17 Mei Peringati Hari Perpustakaan Nasional, Ketahui Sejarahnya
17 Mei Peringati Hari Perpustakaan Nasional, Ketahui Sejarahnya

Hari Perpustakaan Nasional yang diperingati setiap 17 Mei untuk merayakan dan menghormati peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
21 Januari: Peringatan Hari Pelukan Nasional, Berikut Sejarah dan Tujuannya
21 Januari: Peringatan Hari Pelukan Nasional, Berikut Sejarah dan Tujuannya

Hari Pelukan Nasional dirayakan setiap tahun pada tanggal 21 Januari.

Baca Selengkapnya
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari, Begini Asal-usulnya
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari, Begini Asal-usulnya

Hari Peduli Sampah Nasional bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan peran aktif semua pihak dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Baca Selengkapnya
Momen Lucu Saksi Ganjar Buat Ketua MK Ketawa: Lagi Puasa Jangan Ditanya Berat-Berat
Momen Lucu Saksi Ganjar Buat Ketua MK Ketawa: Lagi Puasa Jangan Ditanya Berat-Berat

Memet memberikan kesaksiannya terkait ada kegiatan perangkat desa yang tidak netral.

Baca Selengkapnya
9 Maret Hari Musik Nasional, Pentingnya Hak Cipta Bagi Musisi
9 Maret Hari Musik Nasional, Pentingnya Hak Cipta Bagi Musisi

Penting untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan musisi.

Baca Selengkapnya
24 Maret 1944: Peristiwa Pembantaian Ardeatine oleh Tentara Jerman pada Perang Dunia II
24 Maret 1944: Peristiwa Pembantaian Ardeatine oleh Tentara Jerman pada Perang Dunia II

Simak kisah salah satu pembantaian rakyat sipil selama Perang Dunia 2.

Baca Selengkapnya
Kisah Bu Dar Mortir, Jadi Pahlawan Nasional Berkat Sediakan Makanan untuk Prajurit
Kisah Bu Dar Mortir, Jadi Pahlawan Nasional Berkat Sediakan Makanan untuk Prajurit

Ia tidak mengangkat senjata, tapi perannya sangat besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia

Baca Selengkapnya