Kisah Rumah Persinggahan Tan Malaka di Bogor saat Diburu Agen Sekutu

Jumat, 7 Oktober 2022 05:07 Reporter : Merdeka
Kisah Rumah Persinggahan Tan Malaka di Bogor saat Diburu Agen Sekutu Tan Malaka pernah tinggal di rumah bekas kediaman Harun Kabir di Jalan Ciwaringin, Bogor. Hendi Jo©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menghindari penangkapan yang dilakukan oleh Kenpeitai dan agen Sekutu, Tan Malaka pernah singgah di Jalan Ciwaringin.

Penulis: Hendi Jo

Gedung tua bergaya era Hindia Belanda itu masih berdiri tegak di pertigaan Jalan Ciwaringin, Bogor. Begitu juga rumah berpaviliun kuno yang ada di sebelahnya, tak jua lekang dimakan usia. Tidak banyak orang tahu jika tujuh puluh tujuh lalu dua rumah tersebut masih menyatu dan ditempati oleh seorang pejuang kenamaan bernama Harun Kabir.

"Menurut penuturan ibu saya, dua rumah yang masing-masing beralamat di Jalan Ciwaringin No.33 dan No.33B itu dulu memiliki pintu penghubung yang menjadikan para penghuninya bisa hilir-mudik," ungkap Adhie Kabir.

Adhie adalah salah satu putra dari Tina Kabir (Rd. Tieneke Fatimah). Nama terakhir itu merupakan putri pertama dari pasangan Rd. Harun Kabir dengan R.A. Soekrati Achjar yang pernah merasakan suka duka tinggal di rumah tersebut selama kurang lebih sepuluh tahun.

2 dari 3 halaman

Loyalis Tan Malaka

Ketika Bogor diharu-biru semangat revolusi pada 1945, rumah di Jalan Ciwaringin No.33 menjadi salah satu pusat gerakan pemuda nasionalis. Bisa jadi hal tersebut tidak lepas dari posisi penting sang empu rumah (Harun Kabir) dalam percaturan politik di Kota Bogor saat itu.

"Jaringan Pak Harun Kabir sangat luas, terutama di kalangan para pemuda nasionalis Bandung dan Jakarta," ungkap sejarawan Rushdy Hoesein.

Bisa jadi karena luasnya pergaulan Harun, para pemuka kelompok pemuda Menteng 31pernah mempercayakan Tan Malaka untuk tinggal di Ciwaringin. Itu terjadi kurang lebih sebulan setelah dikumandangkannya proklamasi 17 Agustus 1945.

Ceritanya, usai terjadinya rapat raksasa pada 19 September 1945 di Lapangan IKADA, pihak Rikugun (Angkatan Darat Kekaisaran Jepang) marah besar. Dua hari kemudian, mereka menangkapi tokoh-tokoh pemuda Menteng 31 seperti Adam Malik dan A.M. Hanafi. Chaerul Saleh dan Sukarni sendiri lolos dari perburuan itu.

Mereka lantas mengupayakan Tan Malaka yang saat itu tinggal di kawasan Menteng (rumah Achmad Soebardjo) untuk pindah ke tempat yang lebih aman.

Atas nasehat Gatot Mangkoepradja, tokoh pergerakan senior yang tinggal di Bogor, diputuskan Tan Malaka diungsikan ke rumah Harun Kabir. Maka dijemputlah Tan Malaka dari Jakarta oleh Entol Chaeruddin Achjar, adik ipar Harun Kabir yang eks anggota Kaigun (Angkatan Laut Kekaisaran Jepang).

"Paman saya itu juga adalah seorang pengikut Tan Malaka yang loyal," ungkap Hetty Kabir, salah satu putri dari Harun Kabir.

3 dari 3 halaman

Tan Malaka Main Piano

Tan Malaka kemudian tinggal hampir dua minggu lamanya di Ciwaringin. Selama di sana, kegiatannya adalah membaca buku dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh pemuda Bogor, termasuk dengan Harun Kabir dan Gatot Mangkoepradja. Jika senja datang, dia menghibur diri dengan bermain piano, ditemani Tina dan Hetty, dua putri Harun Kabir.

"Saya ingat, kadang Om Iljas Hussein (nama samara Tan Malaka) bermain piano sambil memangku saya," kenang Hetty.

Saat mengungsi di Ciwaringin, Sukarno yang juga dicari Kenpeitai karena dianggap ikut merancang Peristiwa IKADA, sempat mengungsi pula ke Bogor. Di sana dia juga sempat bertamu ke Ciwaringin dan berjumpa dengan Tan Malaka di rumah Harun Kabir. Demikian penjelasan sejarawan Harry A. Poeze dalam Tan Malaka: Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia (Agustus 1945-Maret 1946) Jilid I.

Selanjutnya, kata Poeze, dari Bogor Tan Malaka melakukan safari politik ke berbagai kota di Jawa Barat dab Banten. Dengan diantar oleh Entol Chaerudin Achjar, dia pergi ke basis-basis pemuda di Serang, Cilegon, Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

Kini rumah bekas persinggahan Tan Malaka di Jalan Ciwaringin No.33A-33B, Bogor itu masih ada dan wujudnya tak pernah berubah. Menurut Fendi, salah seorang sesepuh di Ciwaringin, tempat tersebut kini ditempati oleh anak-cucu almarhum Mayor (Purnawirawan) Dasuki Nawawi, eks Komandan Resort Militer Suryakancana, Bogor.

[noe]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini