Uniknya Puasa di Dubai, Beda Lantai Saja Bisa Beda Waktu Berbuka

Rabu, 15 Mei 2019 04:00 Reporter : Tantri Setyorini
Uniknya Puasa di Dubai, Beda Lantai Saja Bisa Beda Waktu Berbuka Ilustrasi Dubai. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Waktu berbuka puasa di tiap negara atau bahkan tiap kota bisa jadi berbeda. Pasalnya setiap daerah terletak di zona waktu yang bisa saja berbeda. Tetapi bagaimana jadinya jika waktu berbuka puasa bagi orang-orang di sebuah gedung yang sama saja bisa berbeda?

Hal unik seperti ini cuma terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab. Saat Ramadan, umat muslim di Dubai biasanya berpuasa dengan durasi 14 jam 39 menit. Namun, warga Dubai yang tinggal di gedung dengan lantai 80 sampai 120 akan menjalani puasa dua menit lebih lama.

©2019 Merdeka.com/Pixabay

Seperti dilansir Antara dan Gulf News, semakin tinggi suatu tempat, matahari akan terbit lebih cepat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbenam.

Hal itu juga berlaku di berbagai gedung pencakar langit di seluruh Uni Emirat Arab. Fisikawan Amerika Serikat, Neil deGrasse Tyson pernah menunjukkan perubahan waktu antara bagian atas dan bawah Burj Khalifa.

"Selama bulan Ramadhan, puasa bagi umat Islam berakhir saat matahari terbenam. Namun untuk Burj Khalifa di Dubai, bangunan tertinggi di dunia, matahari terbenam 4 menit kemudian di lantai atas daripada lantai yang ada di bawahnya," terangnya.

©2019 Merdeka.com/Pexels

Hassan Al Hariri, kepala eksekutif Grup Astronomi Dubai mengatakan kepada Gulf News, "Kalau saya pergi ke puncak gunung, maka saya akan lebih lambat melihat matahari tenggelam karena ketinggiannya. Hal yang sama berlaku untuk garis khatulistiwa. Semakin ke utara Anda pergi, panjang harinya selama bulan-bulan di musim panas bakal lebih lama," jelasnya.

Matahari terbenam 1 menit kemudian untuk setiap penambahan ketinggian 1,5 kilometer. Jadi, mereka yang tinggal atau berada di lantai 121 atau lebih tinggi harus berpuasa 4 menit lebih lama. Waktu salat subuh akan dimulai lebih awal dan berbuka puasa akan lebih lambat daripada di permukaan tanah yang normal.

Reporter: Henry Hens
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini