Kisah Inspiratif Winarto Jualan Kacang Telur Eceran 15 Tahun sampai Bisa Bangun Rumah

Rabu, 29 Juni 2022 16:30 Reporter : Tim Merdeka
Kisah Inspiratif Winarto Jualan Kacang Telur Eceran 15 Tahun sampai Bisa Bangun Rumah Winarto, penjual kacang telur eceran yang bisa bangun rumah. ©2022 Adam Sundana

Merdeka.com - Winarto (48) mengisi hari-harinya dengan berkeliling Bekasi dari warung ke warung untuk menyuplai dagangannya, camilan kering dalam kemasan eceran yang tetap mempunyai penggemar meski produk pabrikan banyak mengisi rak-rak minimarket.

Profesi yang sudah digelutinya sejak 2006 ini dijalani dengan tekun dari sebuah rumah petakan kecil yang dia kontrak di daerah Kayuringin, Bekasi.

"Sejak awal mulai, saya sendiri mengerjakan ini, istri dan anak saya tinggal di kampung," cerita bapak dua anak ini sambil tersenyum.

2 dari 5 halaman

Buruh Pabrik yang Banting Setir ke Bisnis Camilan

Sempat menjadi buruh pabrik perusahaan elektronik di Bekasi, pria yang lahir di Sragen, Jawa Tengah ini memutuskan untuk mengikuti jejak teman-teman sekampungnya yang sudah lebih dulu terjun ke bisnis serupa.

Jam enam pagi, pria yang akrab dipanggil Mas Win ini sudah memulai aktivitasnya membagi-bagi porsi camilan dan membungkusnya ke dalam plastik ecer berukuran seperempat kilogram.

"Sekarang sudah menggunakan sealer (penyegel) listrik, dulu masih menggunakan lilin bakar," ujarnya. Aktivitas membungkus biasanya memakan waktu dua hingga tiga jam, biasanya dia selesaikan jam sembilan pagi.

Lewat jam makan siang, Mas Win mulai berkeliling menggunakan motor roda dua miliknya untuk menyuplai dagangan hingga jam delapan malam. Bekasi Timur, Bekasi Barat, Bintara, Harapan Indah, Pekayon, dan Duren Sawit menjadi areanya berjualan.

Masing-masing area dia khususkan berkeliling dalam satu hari. "Dalam seminggu ada liburnya satu hari, biasanya hari Jumat saya libur," lanjutnya.

3 dari 5 halaman

Sempat Seret Akibat Pandemi

winarto penjual kacang telur eceran yang bisa bangun rumah
Winarto, penjual kacang telur eceran yang bisa bangun rumah ©2022 Adam Sundana

Selain menyuplai dagangan, Mas Win juga melakukan penagihan barang yang sudah laku terjual, lalu mengisi kembali dengan stok baru yang akan ditagih pada kedatangan berikutnya.

Ada tiga puluh jenis camilan yang dia tawarkan dan suplai ke warung-warung langganan, di antaranya kue kuping gajah, kacang telur, stik keju, dan kue tambang. Tiga jenis yang paling banyak permintaannya adalah kacang Medan, kacang oven, dan sumpia. Satu plastik kemasan eceran dibandrol seharga Rp2.500.

Saat pandemi COVID-19-19 omset penjualan menurun hingga lima belas persen. "Sebelum pandemi, omzet bisa mencapai Rp600.000 setiap harinya. Setelah pandemi turun hingga lima belas persen," jelas Mas Win.

Banyaknya lokasi dagang yang aksesnya ditutup menyebabkan Mas Win hanya bisa melakukan kunjungan ke warung menjadi dua minggu sekali. Di samping itu, daya beli pelanggan di warung juga menurun. "Meski pandemi, tapi dagangan tetap jalan. Alhamdulillah bisa bertahan," lanjutnya. Ini membuktikan bahwa bisnis camilan ini sanggup menghadapi pandemi COVID-19.

4 dari 5 halaman

Tak Selalu Berjalan Mulus

Ada delapan orang rekan seprofesi di lingkungan tempat tinggal Mas Win di Bekasi. Mereka menjalankan aktivitas yang sama dengan Mas Win setiap hari. Perjanjian tidak tertulis mengatur bagaimana mereka mendapatkan pelanggan tanpa harus 'bergesekan'.

Teknik mendapatkan pelanggan dilakukan dengan caranya masing-masing. "Mendapatkan kepercayaan pelanggan dulu yang utama, agar bisa panjang kerjasamanya," jelas Mas Win.

Barang yang retur atau dikembalikan oleh warung akan diserahkan Mas Win kepada agen dengan kompensasi ganti barang baru atau potongan harga pengambilan barang berikutnya.

Selama lebih dari 15 tahun menjalani bisnis ini, usahanya tidak selalu mulus. Pengalaman pahit juga beberapa kali Mas Win rasakan seperti warung tutup atau tidak ada kabar dan ternyata sudah pindah. Alhasil, dia harus menutupi tagihan warung tersebut dari uang pribadinya.

5 dari 5 halaman

Rumah Impian di Kampung, Buah Manis Ketekunan

Bisnis receh dari camilan yang diecer ini sudah membuat Mas Win bisa membangun rumah impian di kampung halaman dan menyekolahkan kedua putrinya. Sambil tersenyum Mas Win menjelaskan, "[Kalau] yang sulung sudah selesai sekolah. Sekarang sudah bekerja. Tahun ini mau lanjut kuliah katanya."

Tak lupa, dia berbagi tipis untuk orang yang ingin memulai dan menjalankan usaha seperti dirinya.

"Yang penting tekun, ulet, dan mendapat kepercayaan dari pelanggan adalah modalnya," tutup Mas Win.

Penulis: Adam Sundana [tsr]

Baca juga:
Mantan Pemulung Ini Sukses Berjualan Baslok dan Miliki 13 Karyawan
TKI Tinggalkan Gaji Rp50 Juta Demi Usaha 'Receh', Ternyata Omzetnya Rp500 Juta/Bulan
Viral Perwira Marinir TNI AL Bela Anak Buah, Minta Semua Hukuman Dijatuhkan Padanya
Berani Berubah: Kembali Bangkit dari Kerajinan Singal
Keras Kepala Putri Anggota TNI, Ogah Disuruh Masuk Polwan Malah Sukses di 3 Profesi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kisah Inspiratif
  3. KILAS
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini