Hakuhodo Institute of Life & Living ASEAN Publikasikan Hasil Studi Sei-Katsu-Sha 2022

Jumat, 20 Mei 2022 14:55 Reporter : Tantri Setyorini
Hakuhodo Institute of Life & Living ASEAN Publikasikan Hasil Studi Sei-Katsu-Sha 2022 ilustrasi marketing. shutterstock.com

Merdeka.com - Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN), institusi yang berada di bawah naungan salah satu perusahaan periklanan ternama di Jepang, Hakuhodo Inc., hari ini mengumumkan hasil temuan dari riset terbarunya yang bertajuk “Into the Fandom – How Tribes of Fans will be the Next Power in Society?” melalui Forum HILL ASEAN ke-8 yang kali ketiga diselenggarakan secara virtual.

Penelitian dengan metode survei kuantitatif dan kualitatif ini dilakukan di 6 (enam) negara ASEAN dan Jepang, yang menganalisa lebih dalam terkait sikap dan perilaku dari masyarakat yang bergabung dalam fandom. Hasil survei ini dapat menjadi indikator berbasis fakta yang menciptakan perspektif baru dalam membantu strategi pemasaran dari produk-produk konsumen di negara-negara ASEAN. Hal ini sejalan dengan misi dan komitmen HILL ASEAN untuk selalu mendukung aktivitas pemasaran perusahaan-perusahaan di ASEAN.

Kehadiran fandom di ASEAN bukan hal yang baru, namun dengan kondisi pandemi Covid-19, jumlah orang yang mengikuti komunitas fandom meningkat secara signifikan karena masyarakat menjadi lebih punya banyak waktu di rumah dan mencari cara yang paling memungkinkan untuk mengakses hal yang mereka sukai dan memenuhi afirmasi diri. Di sisi lain, antusiasme terhadap fandom juga mengingatkan tentang berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang telah mengakar di ASEAN dan sulit atau tidak dapat diselesaikan oleh masyarakat umum.

2 dari 3 halaman

Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN), institusi yang berada di bawah naungan salah satu perusahaan periklanan ternama di Jepang, Hakuhodo Inc., hari ini mengumumkan hasil temuan dari riset terbarunya yang bertajuk “Into the Fandom – How Tribes of Fans will be the Next Power in Society?” melalui Forum HILL ASEAN ke-8 yang kali ketiga diselenggarakan secara virtual.

Penelitian dengan metode survei kuantitatif dan kualitatif ini dilakukan di 6 (enam) negara ASEAN dan Jepang, yang menganalisa lebih dalam terkait sikap dan perilaku dari masyarakat yang bergabung dalam fandom. Hasil survei ini dapat menjadi indikator berbasis fakta yang menciptakan perspektif baru dalam membantu strategi pemasaran dari produk-produk konsumen di negara-negara ASEAN. Hal ini sejalan dengan misi dan komitmen HILL ASEAN untuk selalu mendukung aktivitas pemasaran perusahaan-perusahaan di ASEAN.

Kehadiran fandom di ASEAN bukan hal yang baru, namun dengan kondisi pandemi Covid-19, jumlah orang yang mengikuti komunitas fandom meningkat secara signifikan karena masyarakat menjadi lebih punya banyak waktu di rumah dan mencari cara yang paling memungkinkan untuk mengakses hal yang mereka sukai dan memenuhi afirmasi diri. Di sisi lain, antusiasme terhadap fandom juga mengingatkan tentang berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang telah mengakar di ASEAN dan sulit atau tidak dapat diselesaikan oleh masyarakat umum.

3 dari 3 halaman

“Komunitas fandom di ASEAN merupakan bentuk ‘masyarakat ideal’ atau ‘utopia’ dimana semua anggota sama sejajar – tidak ada hirarki, berkomunikasi dengan bebas, tidak memandang usia, jenis kelamin, kebangsaan, atau status ekonomi dan sosial. Dapat dikatakan, keragaman dan kesetaraan sungguh diwujudkan dalam komunitas ini sehingga terbentuk hubungan dan solidaritas yang murni tanpa untung atau rugi. HILL ASEAN menyebut fandom ini sebagai ‘MATTER-VERSE’ – sebuah komunitas ideal yang merespon kebutuhan penting masyarakat yang sulit dicapai di dunia nyata,” jelas Devi Attamimi, Institute Director, HILL ASEAN dan Executive Director Strategy, Hakuhodo International Indonesia yang kembali tampil sebagai pembicara utama di Forum HILL ASEAN tahun ini.

Komunitas fandom ASEAN memiliki beberapa keunikan yaitu, kesetaraan—tidak ada diskriminasi atau prasangka dan setiap orang dihormati secara setara karena terhubung oleh perasaan ‘suka’ yang sama; kreativitas—bekerjasama untuk merencanakan sesuatu untuk bersenang-senang bersama; sebagai keluarga kedua—saling percaya dan dapat membantu satu sama lain; dan memiliki kekuatan kelompok—memanfaatkan kekuatan bersama untuk memberikan pengaruh terhadap kepentingan fandom dan masyarakat, merasakan sensasi nyata membuat perbedaan di dunia.

Bagi masyarakat ASEAN, bergabung dalam fandom merupakan salah satu bentuk dalam memenuhi kebutuhan untuk memiliki hubungan/bersosialisasi dengan orang lain. Mereka secara aktif berinteraksi dan berbagi informasi di antara sesama anggota komunitas. Berbeda dengan masyarakat Jepang yang menggunakan fandom untuk bersenang-senang dan mengatasi rasa kesepian atau stres. Devi menambahkan, “Terdapat tiga ‘matters’ atau hal penting yang ingin dipenuhi oleh masyarakat ASEAN melalui fandom yaitu, (1) To Matter – membuat mereka merasa keberadaannya di dunia ini penting; (2) To have something that matters – memungkinkan mereka untuk memiliki atau melakukan sesuatu yang berarti; (3) To have my hopes that matters fulfilled – memberi ruang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang mereka anggap paling penting. Temuan riset ini menjadi bukti bahwa komunitas fandom adalah sebuah utopia dengan tatanan ekonomi dan sosial yang baru.” [tsr]

Baca juga:
Kantor Kedaruratan Kesehatan Tingkat ASEAN akan Dibangun di Indonesia
Indonesia Dorong Penggalangan Dana Darurat Pandemi ASEAN
Negara ASEAN BakaStanl Bentuk dar Protokol Kesehatan Bersama
Indonesia Jadi Pilihan Utama Investasi Amerika Serikat di ASEAN, Ini Penyebabnya
Ekonomi Negara ASEAN+3 Diprediksi Tumbuh 4,7 Persen di 2022

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. ASEAN
  3. Survei
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini