10 Ilmuwan terseksi di dunia, ada yang dari Indonesia juga

Kamis, 28 Juni 2018 00:03 Reporter : Tantri Setyorini
10 Ilmuwan terseksi di dunia, ada yang dari Indonesia juga Ilmuwan cantik dunia. © Marie Claire/TMT Post/Flickr

Merdeka.com - Kata siapa kata seksi dan ilmuwan tak pantas bersanding? Dulu mungkin profesi ilmuwan identik dengan kutu buku atau kepribadian eksentrik. Peneliti yang berjenis kelamin wanita pun jarang.

Tetapi kesan itu sudah harus ditinggalkan di zaman modern ini, karena cukup banyak wanita yang memilih menjadi ilmuwan dan peneliti tanpa harus mengadopsi stigma eksentrik dan kutu buku. Beberapa di antaranya bahkan cukup atraktif untuk menjadi selebriti. Sementara sebagian lagi ditunjuk menjadi pembicara di berbagai event sains untuk mengajak lebih banyak kaum muda agar tergerak menjadi ilmuwan.

Tentu saja selain cantik dan menarik, kiprah mereka di dunia sains juga tak main-main. Profesi peneliti bukan sekadar label yang sengaja dilekatkan pada diri mereka untuk mengubah wajah dunia sains di mata dunia. Para ilmuwan seksi ini merupakan otak di balik penemuan-penemuan penting.

2 dari 11 halaman

Heather Knight

rev6Heather Knight. © Flickr

Di balik kepala berambut pirang Heather Knight tersembunyi otak cerdas dan kegemaran terhadap robot. Perempuan cantik ini merupakan pemegang dua gelar sarjana dari Massachusetts Institute of Technology, gudangnya para peneliti dan insinyur terbaik di Amerika Serikat.

Heather yang juga menempuh pendidikan di Carnegie Mellon ini adalah pendiri Marilyn Monrobot. Perusahaan tersebut membuat robot-robot dengan kecerdasan sosial dan seni elektronik berbasis sensorik. Robot-robot bikinannya dipajang di Smithsonian-Cooper Hewitt Design Museum, LACMA, dan PopTech.

Fokus utama Heather sebagai peneliti adalah mempelajari interaksi antara manusia dan robot, robot personal, robot dengan keahlian teatrikan, dan sistem behavioral.

3 dari 11 halaman

Siobhan Pattwell

rev6Siobhan Pattwell. ©Movieweb

Perempuan 34 tahun yang hobi belanja dan mendengarkan musik country ini adalah peneliti dengan bidang neurosains di Weill Cornell Medical College. Topik yang menjadi pokok penelitiannya adalah perkembangan otak, terutama sirkuit neural yang berkaitan erat dengan rasa takut, kegelisahan, dan stres pascatrauma.

Sampai tahun 2017, Siobhan sudah menerbitkan lebih dari 10 karya ilmiah di bidang neurosains bersama rekan-rekannya. Beberapa di antaranya memberikan sumbangsih besar untuk perkembangan penelitian tentang tumor otak dan kanker saraf.

4 dari 11 halaman

Cheska Burleson

rev5Cheska Burleson. © Pinterest

Di usianya yang bahkan belum mencapai 35 tahun, Cheska Burleson sudah menjadi peneliti berharga di Florida Fish and Wildlife Research Institute. Perempuan yang mengantungi ijazah oseanografi kimia dari University of South Florida dan biologi air tawar & kelautan dari University of Texas ini mempelajari fenomena red tide, perkembangan besar-besaran alga merah yang meracuni kehidupan laut.

Cheska juga menyelidiki kemungkinan ganggang sebagai bahan pengobatan penyakit seperti infeksi dan malaria. Sebelum menjadi ilmuwan, perempuan ini berkiprah sebagai atlet skating selama 10 tahun.

5 dari 11 halaman

Danielle Fong

rev5Danielle Fong. © YouTube

Danielle Fong, 30 tahun, merupakan salah satu pendiri dan peneliti utama LightSail Energy. Sarjana fisika komputer dan sains dari Dalhousie University ini berkebangsaan Kanada.

Di usia 17 tahun, Danielle mencoba meraih gelar Ph.D dalam bidang fisika plasma di universitas bergengsi, Princeton. Gagal dua tahun kemudian, Danielle justru mendirikan LightSail Energy. Ini adalah sebuah perusahaan berbasis teknologi ramah lingkungan yang mencoba menyediakan sumber energi dari tenaga surya atau angin.

6 dari 11 halaman

Daniela Witten

rev4Daniela Witten. © Harvard University

Dosen biostatistik berparas ayu ini mengabdikan diri di The University of Washington. Gelar sarjana matematika serta sarjana biologi didapatnya dari Stanford University.

Pekerjaan utama Daniela adalah menganalisis dan mengolah data biologi dalam skala besar menjadi data statistik yang bisa dimanfaatkan secara mudah dan efektif. Berkat teknik yang dia kembangkan, data genome saja bisa digunakan untuk panduan dalam mengobati penyakit tertentu.

Bidang pekerjaan Daniela, yaitu statistik menyentuh ranah ilmu yang sangat luas. Profesi ini sengaja dipilihnya, karena dengan begitu dia tak perlu mengambil satu bidang saja untuk ditekuni.

7 dari 11 halaman

Aditi Shankardass

rev4Aditi Shankardass. © TED Tiles

Aditi Shankardass yang berasal dari Inggris disebut sebagai salah satu dari delapan peneliti yang telah mengubah dunia. Ilmuwan di bidang neurosains ini mengabdikan diri di Boston Children's Hospital dan Harvard Medical School.

Putri pengacara artis ini dikenal sebagai ahli neurologi pediatri berkat rekam jejak aktivitas otak secara real-time yang dia kembangkan. Penemuan itu berguna untuk mendeteksi gangguan perkembangan pada anak dan penyebab disleksia.

Selain menjalani perannya sebagai ilmuwan, Aditi juga sempat tampil dalam film Trafficked yang dibintangi oleh Ashley Judd.

8 dari 11 halaman

Myriam Afeiche

rev3Myriam Afeiche. © Harvard University/University of Michigan School of Public Health /Nestle

Myriam Afeiche adalah ilmuwan nutrisi di Nestlé Research Center yang berlokasi di Lausanne, Swiss. Perempuan Lebanon ini mengantungi gelar Ph.D di bidang epidemiologi lingkungan dan gelar M.Phil di bidang ilmu kesehatan lingkungan dari University of Michigan. Sebelumnya dia juga meraih gelar sarjana kesehatan lingkungan dari American University of Beirut.

Myriam mempelajari pengaruh makanan dan faktor lingkungan lainnya terhadap kesehatan reproduksi manusia. Dua temuannya antara lain fakta bahwa konsumsi terlalu banyak keju bisa menurunkan kesuburan pria dan bermalas-malasan bisa membuat produksi sperma berkurang.

9 dari 11 halaman

Heather Christofk

rev3Heather Christofk. ©UCLA

Heather Christofk, Ph.D. adalah dosen kimia biologi serta farmakologi medis dan molekuler. Perempuan 36 tahun ini merupakan lulusan Harvard University dan UCLA, dua universitas bergengsi di Amerika Serikat.

Heather melakukan penelitian terhadap gen dan protein sel kanker. Menurut hasil temuannya, sel kanker hidup dan berkembang dengan gula. Penemuan ini berperan besar dalam pengembangan teknologi pengobatan kanker.

Heather dan rekan-rekannya juga berhasil menemukan bukti bahwa mengubah metabolisme sel punca (stem cell) folikel rambut bisa meningkatkan pertumbuhan rambut.

Saat tidak sibuk meneliti, Heather gemar menonton pertandingan bola basket.

10 dari 11 halaman

Haruko Obokata

rev2Haruko Obokata. © Nipponnews.net

Haruko Obokata adalah ahli biologi sel punca dan pemimpin unit di Laboratory for Cellular Reprogramming, RIKEN Center for Developmental Biology. Sayangnya tidak seperti peneliti lain, wanita cantik ini justru mencoreng integritasnya sendiri dengan penemuan palsu.

Haruko mengklaim bahwa dirinya berhasil memproduksi sel punca dari sel biasa orang dewasa hanya dengan proses pencelupan ke dalam cairan asam. Ini merupakan terobosan besar, karena selama ini stem cell hanya bisa diproduksi dengan cara yang lebih 'mahal' dan dalam waktu lebih lama pula.

Jurnal penelitan Haruko dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature dan mendapatkan aplaus luar biasa dari kalangan ilmuwan. Dalam beberapa minggu, keabsahan hasil penelitian tersebut diragukan banyak orang. Pasalnya semua peneliti yang mencoba menerapkan metode Haruko gagal memproduksi stem cell.

Setelah dilakukan penyelidikan, Haruko terbukti melakukan pemalsuan. Dua jurnal yang dia terbitkan ditarik. Setelah itu Haruko mengundurkan diri sebagai peneliti RIKEN di tahun 2014.

Sampai saat ini, pemalsuan yang dilakukan oleh Haruko disebut sebagai salah satu kasus fraud di bidang sains yang paling menghebohkan.

11 dari 11 halaman

Sastia Prama Putri

putri rev2Sastia Prama Putri. ©Staff.fukusaki-lab.com

Indonesia juga punya ilmuwan yang tak kalah berprestasi, namanya Sastia Putri. Dia adalah penerima penghargaan L'Oreal-UNESCO For Women in Science di tahun 2015. Sehari-hari perempuan ini berprofesi sebagai asisten profesor di Osaka University dan dosen luar biasa di Institut Teknologi Bandung.

Sasti merupakan ketua tim peneliti di Osaka University, memimpin para ilmuwan dari negeri Sakura yang kebanyakan lelaki. Hasil penelitian Sasti yang dikenal publik adalah riset kualitas dan standar kopi luwak dengan teknologi metabolomik.

Itulah deretan para ilmuwan seksi yang telah mengubah wajah dunia sains modern.

[tsr]

Baca juga:
Inspiratifnya kisah hidup Diera Bachir, fotografer hits yang sukses kalahkan minder
Sering halu di sosmed, keseharian Mimi Peri ternyata beda jauh
Profesi apa yang paling menarik di mata lawan jenis?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini