Halo matahari adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan ataupun pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan.
Astronomi
Halo matahari adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan ataupun pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan.
Ada berbagai macam fenomena Halo matahari, tetapi umumnya Halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada 510 km di lapisan atas troposfer.
Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.
Seorang warga mencoba melihat fenomena Halo dengan mata telanjang.
Banyak orang juga mengabadikan momen menarik ini lewat kamera ponsel dan membagikannya di Twitter.
Warga Lampung dihebohkan dengan penampakan benda langit terang berekor. Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) menduga kuat benda tersebut adalah sampah antariksa, bukan komet, yang melintasi langit pada Sabtu (4/4).
Baca Selengkapnya
Dalam beberapa rekaman lainnya, tampak bahwa objek misterius itu pecah menjadi beberapa bagian di udara.
Baca Selengkapnya
Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan melakukan pengamatan terbatas fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat disaksikan masyarakat melalui siaran langsung YouTube resmi OAIL.
Baca Selengkapnya
Gerhana Matahari Cincin diperkirakan akan terjadi sebelum bulan Ramadan. Apakah aman untuk melihatnya tanpa alat bantu?
Baca SelengkapnyaMasyarakat berbondong-bondong untuk menyaksikan penayangan mengenai astronomi di Teater Bintang Planetarium itu.
Baca Selengkapnya
Fenomena Gerhana Bulan Total yang dinanti-nantikan tak terlihat sempurna di Aceh karena cuaca mendung dan gerimis. Mengapa gerhana terlama sejak 2022 ini justru terhalang awan?
Baca Selengkapnya
Gerhana Bulan Total akan menyapa langit Maluku Utara dini hari nanti. Fenomena langka ini bisa disaksikan di seluruh wilayah, catat jadwal lengkapnya agar tak terlewat!
Baca Selengkapnya
UMSU akan menggelar live streaming fenomena langka Gerhana Bulan Total 'Harvest Blood Moon' pada 7-8 September 2025, berkolaborasi dengan empat negara. Jangan lewatkan!
Baca Selengkapnya
BMKG mengumumkan Gerhana Bulan Total akan menyapa langit Sulawesi Tenggara. Siap-siap saksikan fenomena langka bulan berwarna merah darah ini! Kapan dan di mana saja?
Baca Selengkapnya
Siap-siap menyaksikan Gerhana Bulan Total yang akan mengubah bulan menjadi merah darah pada 7 September 2025. Fenomena langka ini dapat diamati di seluruh Indonesia.
Baca Selengkapnya
BMKG Sumsel mengumumkan fenomena Gerhana Bulan Total atau 'blood moon' akan terjadi pada 7-8 September 2025. Jangan lewatkan momen langka yang memukau ini!
Baca Selengkapnya
BMKG memprediksi puncak gerhana bulan total di Bali pada 8 September dini hari. Fenomena langka ini akan membuat bulan tampak merah darah. Simak jadwal lengkapnya!
Baca Selengkapnya