Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati didampingi pengacara HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Phoa Bing Hauw (kanan) dan Iwan Pangka (kiri) menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati saat menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati saat menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati didampingi pengacara HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Phoa Bing Hauw (kanan) menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati saat menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati saat menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati didampingi pengacara HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Phoa Bing Hauw (kanan) menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.

Fotografer Aryono somasi media online mainstream

Fotografer Aryono Huboyo Djati saat menunjukkan karya fotonya yang dimuat media online tanpa seizinnya saat konpers di Reading Room, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Fotografer yang dikenal sebagai pencipta lagu Burung Camar dengan hasil karya fotonya termahal yang laku lebih dari Rp 1 miliar ini mensomasi sejumlah media online mainstream atas pelanggaran hak cipta potret Sutradara Tino Saroengallo tanpa meminta izin.