Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Kuliner Indonesia

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Pada 2021 lalu, sempat beredar kabar soal pakis sayur yang disebut mengandung racun penyebab kanker lambung. Informasi meresahkan ini beredar lewat pesan berantai di WhatsApp. Bagaimana kebenarannya?

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Pesan itu menyebutkan, "Akibat makan miding atau paku/pakis, orang-orang Sarawak pengidap cancer lambung paling tinggi." Pakis sayur yang disebut miding, midin, kelakai, dan lemidi adalah Stenochlaena palustris. Ini adalah jenis paku sayur yang memang banyak ditemukan pulau Kalimantan. Selain umum disantap di Kalimantan, di Sarawak pucuk pakis ini juga menjadi bahan makanan yang populer.

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Menurut buku Compendium of Medicinal Plants Used in Malaysia (2002), Stenochlaena palustris atau midin justru populer untuk pengobatan tradisional di Malaysia dan India. Konon, daunnya bisa mengobati sakit perut dan lambung. Glikosida flavonol yang dikandung midin juga memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Lanjutan pesan berantai itu berbunyi, "Paku-pakuan adlh tumbuhan spora berpembuluh. Dalam proses metabolisma menghasilkan terpenol-glucoside, yg dipastikan sbg zat penyebab utama cancer tumbuhan spora berpembuluh." Kenyataannya, pakis sayur yang diketahui mengandung karsinogen penyebab kanker pada alat pencernaan adalah bracken (Pteridium aquilinum), bukan midin.

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Bracken mengandung karsinogen yang disebut ptaquiloside. Ptaquiloside bisa menyebabkan kerusakan DNA hingga kanker pada sistem pencernaan. Namun, kandungan ini bisa beracun hanya jika pakis tidak dimasak hingga benar-benar matang terlebih dahulu.

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Menurut keterangan di situs resmi US Forest Service, bracken mengandung ptaquiloside yang cukup tinggi. Namun, ptaquiloside sendiri bersifat larut dalam air dan mudah rusak karena panas dan kondisi alkali. Konsentrasi ptaquiloside pada pakis bracken menurun jika diletakkan pada suhu ruangan dan nyaris tak bersisa saat dimasak hingga mencapai titik didih.

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Lebih jauh, pakis sayur yang lebih populer dikonsumsi di Indonesia bukan bracken atau midin. Pakis sayur yang bisa ditemukan di pasar tradisional hingga supermarket di Tanah Air adalah Diplazium esculentum.

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Sebuah penelitian berjudul "Studies on pathological effects of linguda (Diplazium esculentum, Retz.) in laboratory rats and guinea pigs" yang dipublikasikan di Indian Journal of Veterinary Pathology pada 2004 menyebut pakis sayur memiliki kandungan racun yang tergolong kecil. Sejauh ini, belum ada kasus keracunan akibat pakis sayur yang tercatat.

Benarkah Pakis Sayur Beracun dan Bahaya Dikonsumsi? Ini Faktanya

Buat memastikan keamanan dalam mengonsumsi pakis sayur, pastikan batang dan pucuknya sudah dicuci bersih dengan air mengalir. Jika perlu, gosok-gosok agar bulu halusnya terlepas. Masak pakis dengan suhu tinggi hingga benar-benar matang.

Rangkuman Berita Teknologi, Hiburan, dan Gaya Hidup: Meta Perkuat Proteksi Remaja hingga Pesona Bumbu Satai di Belanda
Rangkuman Berita Teknologi, Hiburan, dan Gaya Hidup: Meta Perkuat Proteksi Remaja hingga Pesona Bumbu Satai di Belanda

Simak rangkuman berita teknologi, hiburan, dan gaya hidup terkini, mulai dari Meta yang luncurkan fitur proteksi remaja hingga adaptasi unik bumbu satai Indonesia di Belanda yang menarik perhatian.

Baca Selengkapnya
KJRI San Francisco Jajaki Kolaborasi dengan Chef Martin Yan untuk Perkuat Promosi Kuliner Nusantara AS
KJRI San Francisco Jajaki Kolaborasi dengan Chef Martin Yan untuk Perkuat Promosi Kuliner Nusantara AS

KJRI San Francisco menjajaki kolaborasi dengan Chef Martin Yan, figur legendaris, untuk memperkuat upaya Promosi Kuliner Nusantara AS, memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia kepada publik Amerika.

Baca Selengkapnya
Jelang Lebaran 2026, Pedagang Kulit Ketupat Palmerah Banjir Pesanan, Harga Naik Dua Kali Lipat
Jelang Lebaran 2026, Pedagang Kulit Ketupat Palmerah Banjir Pesanan, Harga Naik Dua Kali Lipat

Menjelang Idul Fitri 1447 H, Pedagang Kulit Ketupat Palmerah kewalahan memenuhi tingginya permintaan. Meski harga jual naik dua kali lipat, pembeli tetap antusias menyambut tradisi Lebaran.

Baca Selengkapnya
KBRI Phnom Penh Luncurkan Sertifikat Duta Rasa Nusantara, Perkuat Gastrodiplomasi Kuliner Indonesia
KBRI Phnom Penh Luncurkan Sertifikat Duta Rasa Nusantara, Perkuat Gastrodiplomasi Kuliner Indonesia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh meluncurkan sertifikat Duta Rasa Nusantara untuk mendukung upaya gastrodiplomasi dan mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di Kamboja.

Baca Selengkapnya
PANFEST 2026: PAN Perkuat Eksistensi Pangan Nusantara dengan 12.000 Sajian Khas Daerah
PANFEST 2026: PAN Perkuat Eksistensi Pangan Nusantara dengan 12.000 Sajian Khas Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar PANFEST 2026 di Jakarta, menyajikan 12.000 sajian Pangan Nusantara untuk memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus menghibur kader.

Baca Selengkapnya
HIGHLIGHT Makan Nasi Padang, Rasakan Pesona Kuliner Indonesia
HIGHLIGHT Makan Nasi Padang, Rasakan Pesona Kuliner Indonesia

Grup K-pop HIGHLIGHT tak melewatkan kesempatan mencicipi Nasi Padang saat berkunjung ke Indonesia, merasakan kelezatan rendang dan pesona kuliner nusantara yang memikat hati.

Baca Selengkapnya
Menguak Manfaat Makanan Pedas: Bukan Sekadar Sensasi Lidah, tapi Juga Rahasia Panjang Umur
Menguak Manfaat Makanan Pedas: Bukan Sekadar Sensasi Lidah, tapi Juga Rahasia Panjang Umur

Di balik sensasi membakar, makanan pedas menyimpan beragam manfaat kesehatan yang mengejutkan. Ketahui lebih lanjut tentang manfaat makanan pedas dan bagaimana mengonsumsinya dengan bijak untuk kesehatan optimal.

Baca Selengkapnya
Kemenekraf Dukung Ruang Kreatif Kuliner, Dorong Inovasi Industri di Sentul
Kemenekraf Dukung Ruang Kreatif Kuliner, Dorong Inovasi Industri di Sentul

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan Kemenekraf dukung ruang kreatif kuliner melalui kolaborasi strategis, menjadikan Atas Langit Cafe and Space Sentul sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Baca Selengkapnya
Lebih Sehat dan Praktis, Ini Resep Sambal Tomat Segar Tanpa Perlu Digoreng
Lebih Sehat dan Praktis, Ini Resep Sambal Tomat Segar Tanpa Perlu Digoreng

Metode pembuatan sambal ini sangat mudah, sehingga siapa pun dapat menikmati kelezatan sambal pedas kapan saja tanpa khawatir akan kalori berlebih.

Baca Selengkapnya
Menteri Kebudayaan Dorong Tempe Jadi Senjata Gastrodiplomasi Indonesia di Kancah Global
Menteri Kebudayaan Dorong Tempe Jadi Senjata Gastrodiplomasi Indonesia di Kancah Global

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat potensi besar tempe sebagai senjata gastrodiplomasi Indonesia, mendorong kolaborasi ahli dan perajin untuk mengangkat citra kuliner nusantara.

Baca Selengkapnya
Rendang Mpok Elly: Juara Kuliner Indonesia yang Mengobati Rindu di SEA Games Thailand
Rendang Mpok Elly: Juara Kuliner Indonesia yang Mengobati Rindu di SEA Games Thailand

Di tengah hiruk pikuk SEA Games ke-33 di Thailand, rendang buatan Mpok Elly dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menjadi juara kuliner yang sukses mengobati kerinduan akan cita rasa Indonesia, bahkan mengalahkan kelezatan tom yum dan som tam.

Baca Selengkapnya
3 Resep Sayur Santan Kekinian, Rasa Gurih Tanpa Bikin Enek
3 Resep Sayur Santan Kekinian, Rasa Gurih Tanpa Bikin Enek

Tiga resep sayur santan yang saat ini tengah populer menawarkan cita rasa gurih yang pas tanpa menimbulkan rasa enek berlebihan.

Baca Selengkapnya