Wartawan Indonesia raih penghargaan jurnalistik AFP
Merdeka.com - Yayasan kantor berita Agence France Presse hari ini mengumumkan wartawan Indonesia Stefanus Teguh Edi Pramono memenangkan penghargaan Kate Webb Prize Agence France-Presse karena hasil liputannya di konflik Suriah dan peredaran narkotika di Jakarta.
Pramono, 31, yang kini bekerja di Tempo, berhak mendapat hadiah sebesar Rp 38,2 juta atas hasil karya liputannya itu, seperti dilansir situs france24.com, Rabu (5/6).
"Saya bukan pemberani. Saya sering merasa takut ketika di Suriah dan di Jakarta Barat (kisah peredaran narkotika) tapi ini adalah tugas yang harus saya lakukan," kata dia.
Penghargaan Kate Webb Prize dimulai sejak 2008 untuk menghormati koresponden AFP di Asia yang merintis kiprah perempuan di dunia jurnalisme internasional.
Penghargaan itu khusus diberikan untuk liputan oleh wartawan Asia yang bertugas di daerah konflik.
Pramono meliput konflik Suriah tahun lalu. Itu merupakan kunjungan pertamanya ke Timur Tengah dan dia tak menguasai bahasa Arab. Tapi hasil karya liputannya yang dituangkan dalam bentuk tulisan berseri dan sejumlah foto layak diganjar penghargaan.
Di Jakarta Barat, tepatnya di Kampung Ambon, Pramono juga berhasil meliput bisnis peredaran narkotika.
Hermien Y. Kleden, redaktur eksekutif di majalah Tempo berbahasa Inggris mengatakan, "Dia adalah salah satu wartawan terbaik kami. Dia orang pendiam dan pengamat yang hebat. Saya pikir dia layak mendapat penghargaan ini."
Webb, meninggal pada 2007 di usia 64, merupakan salah satu koresponden terbaik yang bekerja untuk AFP. Dia mendapat pengakuan atas liputannya di daerah perang dan sejumlah peristiwa bersejarah lainnya di wilayah Asia-Pasifik. Dia bertugas selama 40 tahun. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya