Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wanita tercantik Turki dimejahijaukan, dituding hina Presiden

Wanita tercantik Turki dimejahijaukan, dituding hina Presiden Merve Buyuksarac, mantan ratu kecantikan Turki yang dianggap hina presiden Erdogan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Ratu Kecantikan Turki Merve Buyuksarac diajukan ke pengadilan dengan tuduhan menghina kepala negara. Jaksa penuntut mengancam menerapkan dakwaan maksimal, yang dapat berujung pada penjara dua tahun, seperti dilansir Hurriyet Daily News, Jumat (27/2).

Pangkal masalah ini ketika wanita yang pernah disebut wanita tercantik di Turki itu membagikan gambar di Instagram pada 2014. Buyuksarac mengutip sebait puisi dari majalah satir Uykuzuz.

Isinya secara tak langsung menyindir Presiden Reccep Tayyip Erdogan suka memanfaatkan negara untuk kepetingan kelompoknya. Dalam puisi tersebut, nama Erdogan diganti 'Buyuk Usta' alias sang raja diraja.

Buyuksarac cukup populer di dunia maya. Di Instagram perempuan 26 tahun ini memiliki lebih dari 30 ribu teman, sedangkan di Twitter dia memperoleh 15 ribu pengikut. Saat puisi itu tersebar ke jejaring sosial, Erdogan masih menjabat sebagai Perdana Menteri Turki.

merve buyuksarac

November 2014, tim pengacara Erdogan melaporkan Buyuksarac ke polisi. Baru awal tahun ini, mantan model yang kini bisnis perancangan busana itu mulai dipanggil penyidik.

Saat dikonfirmasi, Buyuksarac mengaku sudah tak ingat pernah membagikan puisi tersebut. Dia mengklaim mengutip puisi tersebut karena isinya lucu, bukan dalam rangka menghina presiden.

"Saya mengutipnya karena merasa puisi itu lucu. Puisi itu juga dikutip oleh 960.000 orang lain di Turki, dan tidak mungkin mereka semua berniat menghina presiden," tuturnya.

Selim Caglayan, wartawan Turki, menyatakan kasus ini ironis lantaran Erdogan ketika belum berkuasa pernah dipenjara empat bulan karena membaca puisi. Pada 1998, petinggi Partai Keadilan (AKP) yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin itu membaca puisi yang mengkritik sekularisasi di Turki.

merve buyuksarac

"Kini Erdogan mengklaim kebebasan berpendapat meningkat di masa kepemimpinnya," kritik Selim dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com.

Data yang diterima merdeka.com, Erdogan semakin rajin menangkap tokoh oposisi, dari kalangan akademisi, politikus, hingga orang biasa. Kasus Buyuksarac menjadi perhatian publik, karena selebritas pun kini ikut diberangus oleh rezim Erdogan.

Turki yang kini dikuasai kelompok Islam Konservatif baru saja memberangus Twitter. Erdogan dilaporkan mengerahkan tim pengacara menuntut 67 orang dengan pasal 'penghinaan' selama menjabat sebagai presiden. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP