Usai Ditikam, Salman Rushdie Dipasangi Ventilator dan Bisa Kehilangan Satu Matanya

Sabtu, 13 Agustus 2022 10:33 Reporter : Pandasurya Wijaya
Usai Ditikam, Salman Rushdie Dipasangi Ventilator dan Bisa Kehilangan Satu Matanya Salman Rushdie. reuters

Merdeka.com - Penulis terkenal novel Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie harus dipasangi ventilator dan tidak bisa berbicara setelah insiden penikaman di New York hari ini. Demikian dikatakan agennya, Andrew Wylie. Dia juga terancam kehilangan matanya.

"Salman tampaknya akan kehilangan satu matanya. Luka saraf di tangannya cukup parah dan hatinya juga ditusuk dan rusak," kata Wylie, seperti dilansir laman BBC, Sabtu (13/8).

Rushdie, 75 tahun, sedang berbicara di hadapan hadirin di Institusi Chatauqua ketika seorang pria menikamnya di atas panggung.

Polisi membenarkan Rushdie ditikam setidaknya satu kali di leher dan satu kali di perut. Sementara saksi lain mengatakan dia ditikam hingga 15 kali.

Polisi kini sudah menangkap pelaku, pria yang diidentifikasi bernama Hadi Matar, 24 tahun dari Fairview, Negara Bagian New Jersey.

Polisi sejauh ini belum memastikan apa motif pelaku menikam pria kelahiran India itu.

Dalam jumpa pers, polisi mengatakan petugas panitia acara dan sejumlah hadirin bergegas ke panggung untuk melumpuhkan pelaku.

Salah satu hadirin bernama Linda Abrams dari Kota Buffalo mengatakan kepada harian the New York Times, pelaku masih berusaha menyerang Rushdir setelah dia diringkus.

"Butuh sampai lima orang untuk menarik dia dan dia masih berusaha menusuk," kata Abrams. "Dia geram, geram sekali, dan ngamuknya kuat sekali dan cepat."

Setelah kejadian itu Rushdie kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit di Erie, Pennsylvania dengan helikopter.

"Rushdie diterbangkan ke sebuah rumah sakit dan saat ini masih menjalani operasi," kata polisi New York Mayor Eugene Staniszewski kepada wartawan usai kejadian.

India Salman Rushdie memulai kepopulerannya dengan novel Midnight's Children pada 1981 yang terjual jutaan eksemplar di Inggris saja. Namun buku keempatnya, The Satanic Verse atau Ayat-Ayat Setan pada 1988 membuat dia terkenal ke seluruh dunia dan memicu kerusuhan yang menewaskan banyak orang.

Buku yang isinya dianggap menghina Nabi Muhammad itu memicu kemarahan di sejumlah negara muslim dan dilarang.

Setahun setelah terbit, Pemimpin Spiritual tertinggi Iran Ayatullah Khomeini menyerukan agar Rushdie dibunuh.

2 dari 2 halaman

Dalam jumpa pers, polisi mengatakan petugas panitia acara dan sejumlah hadirin bergegas ke panggung untuk melumpuhkan pelaku.

Salah satu hadirin bernama Linda Abrams dari Kota Buffalo mengatakan kepada harian the New York Times, pelaku masih berusaha menyerang Rushdir setelah dia diringkus.

"Butuh sampai lima orang untuk menarik dia dan dia masih berusaha menusuk," kata Abrams. "Dia geram, geram sekali, dan ngamuknya kuat sekali dan cepat."

Setelah kejadian itu Rushdie kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit di Erie, Pennsylvania dengan helikopter.

"Rushdie diterbangkan ke sebuah rumah sakit dan saat ini masih menjalani operasi," kata polisi New York Mayor Eugene Staniszewski kepada wartawan usai kejadian.

India Salman Rushdie memulai kepopulerannya dengan novel Midnight's Children pada 1981 yang terjual jutaan eksemplar di Inggris saja. Namun buku keempatnya, The Satanic Verse atau Ayat-Ayat Setan pada 1988 membuat dia terkenal ke seluruh dunia dan memicu kerusuhan yang menewaskan banyak orang.

Buku yang isinya dianggap menghina Nabi Muhammad itu memicu kemarahan di sejumlah negara muslim dan dilarang.

Setahun setelah terbit, Pemimpin Spiritual tertinggi Iran Ayatullah Khomeini menyerukan agar Rushdie dibunuh. [pan]

Baca juga:
Penulis Novel Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie Ditikam di New York
Bangkitnya Musik Anti-Muslim India, Saat Kebencian Menyusup Lewat Lirik Lagu
Kasus Penghinaan Nabi Belum Usai, India Kian Mencekam Setelah Warga Hindu Dibunuh
Tokoh Islam India Serukan Muslim Tunda Demo Kasus Hina Nabi karena Picu Kerusuhan
Politikus India Penghina Nabi Kembali Berkomentar Menghasut dan Memecah Belah Warga
Menelusuri Akar Kebencian Nasionalis Hindu India terhadap Muslim

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini