Usai dipecat, produser Harvey Weinstein juga ditinggal istri

Rabu, 11 Oktober 2017 14:50 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Usai dipecat, produser Harvey Weinstein juga ditinggal istri Harvey Weinstein dan istri Georgina Chapman. ©2017 REUTERS

Merdeka.com - Masalah membelit produser papan atas Amerika Serikat, Harvey Weinstein (65), semakin rumit. Setelah dia didepak dari perusahaan dirintisnya, The Weinstein Company, kini sang istri juga meninggalkan dia.

Dilansir dari laman The Telegraph, Rabu (11/10), istri Harvey merupakan perancang busana asal Inggris, Georgina Chapman (41), mengatakan kalau dia dan suaminya sudah berpisah. Dia mengaku malu karena sang suami dituduh melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah perempuan dan kecewa.

"Itu menyakitkan karena sejumlah perempuan harus menderita karena ulahnya yang tidak termaafkan. Saya memilih meninggalkan suami saya. Kini saya memilih mengurus anak-anak dan minta sedikit privasi dari media massa," kata Chapman.

Chapman menyampaikan hal itu setelah enam hari bungkam atas pemberitaan marak soal perangai lucah suaminya.

Harvey dikabarkan menghilang setelah kasus pelecehan itu terbongkar. Konon, dia terbang ke Eropa menuju salah satu tempat rehabilitasi dan terapi mengatasi kecanduan seks dan perilaku menyimpang lainnya.

Kebijakan memecat Harvey diputuskan oleh empat anggota dewan direksi, berdasarkan laporan dari sejumlah korban merupakan aktris Hollywood.

Dewan direksi menyampaikan kabar itu akhir pekan lalu. Artikel membeberkan perangai Harvey merupakan produser peraih penghargaan Oscar itu pertama kali terbit di surat kabar New York Times pada Kamis pekan lalu.

"Berbekal informasi tentang perbuatan buruk dilakukan Harvey Weinstein yang terus bergulir beberapa hari terakhir, direksi The Weinstein Company yakni Robert Weinstein, Lance Maerov, Richard Koenigsberg, dan Tarak Ben Ammar, memutuskan dan sudah menyampaikan kalau Harvey sudah diberhentikan dari The Weinstein Company mulai saat ini," demikian bunyi pernyataan dari The Weinstein Company.

Meski demikian, Harvey memang sudah jarang masuk kantor sejak laporan tentang perbuatan cabulnya terhadap aktris, pembawa acara, dan sejumlah karyawannya merebak di media massa. Korban-korbannya antara lain aktris Rose McGowan dan Ashley Judd, serta pembawa acara televisi Lauren Sivan. Hingga berita ini diturunkan, Harvey ataupun pihak-pihak yang mewakili belum memberikan pernyataan apapun soal pemecatan itu.

Harvey dikenal sebagai produser bertangan dingin sejak mendirikan perusahaan The Weinstein Company, dikenal kerap membuat film-film independen yang meledak di layar lebar. Antara lain Pulp Fiction dan Shakespeare in Love, yang membuatnya berhasil menyabet piala Oscar sebagai produser terbaik.

Kendati demikian, ternyata di balik seluruh prestasi itu tersimpan perangai buruk Harvey. Laporan New York Times merujuk pada penuturan Judd dan sejumlah bekas pegawai Harvey di The Weinstein Company dan perusahaan dia sebelumnya, Miramax.

Aktris Rose McGowan sempat mengadukan Harvey karena dianggap melecehkan dia pada 1997. Namun, perkara itu seperti hilang ditelan bumi. Setelah laporan soal ulah Harvey kembali diulas oleh New York Times, Rose berharap ada secercah keadilan buat dia. Namun sayang, justru yang terjadi sebaliknya. Sejumlah aktor dan aktris Hollywood sudah mengetahui perangai Harvey justru tiarap. Sampai-sampai Rose meluapkan kekecewaannya atas sikap sejawatnya melalui akun Twitter-nya, mendesak supaya mereka angkat bicara terkait perbuatan Harvey.

"Wahai perempuan-perempuan Hollywood, mana suara kalian? Kalian diam atau tuli?," cuit Rose. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini