Unjuk Rasa di Iran Desak Ali Khamenei Mundur Setelah Akui Tembak Pesawat Ukraina

Minggu, 12 Januari 2020 15:09 Reporter : Hari Ariyanti
Unjuk Rasa di Iran Desak Ali Khamenei Mundur Setelah Akui Tembak Pesawat Ukraina Pesawat Antonov-12 mendarat darurat di hutan. ©2019 Handout/UKRANIAN EMERGENCY MINISTRY/AFP

Merdeka.com - Para pengunjuk rasa di ibu kota Iran, Teheran, mendesak pejabat senior mengundurkan diri menyusul pengakuan pemerintah Iran - setelah beberapa hari membantah - bahwa pasukan Iran secara tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina yang menewaskan 176 orang di dalamnya.

Pesawat Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 tujuan Kiev, Ukraina, jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Rabu. Pesawat ini jatuh beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak sebagai aksi balasan atas pembunuhan komandan tertinggi negara tersebut, Qassim Sulaimani.

Para pengunjuk rasa mendesak Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya mengundurkan diri.

"Komandan tertinggi (Khamenei) mundur, mundur," teriak pengunjuk rasa sebagaimana dikutip dari sebuah video yang diunggah di Twitter, dilansir dari Aljazeera, Minggu (12/1).

Video tersebut menunjukkan ratusan orang berkumpul di depan Universitas Amir Kabir, Teheran pada Sabtu.

Para pengunjuk rasa juga mengecam dan meneriakkan "pembohong" dan meminta pengunduran diri dan penuntutan terhadap mereka yang bertanggung jawab menjatuhkan pesawat dan diduga menutupi tindakan tersebut.

1 dari 2 halaman

Duta Besar Inggris untuk Iran, Rob Macaire, ditangkap pihak berwenang Iran selama unjuk rasa di Teheran. Dia dituduh 'menghasut' pengunjuk rasa di depan Universitas Amir Kabir pada Sabtu. Namun penangkapan itu tak lama.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan penangkapan tersebut pelanggaran hukum internasional secara nyata dan kembali menyerukan agar Iran menurunkan eskalasi.

"Pemerintah Iran tengah berada di persimpangan," kata Raab.

Menurutnya Iran bisa berada pada titik terburuk dengan isolasi politik dan ekonomi tapi bisa juga mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi ketegangan dan terlibat dalam jalur diplomatik.

2 dari 2 halaman

Temuan para ahli Ukraina di Iran berarti kebenaran tentang kecelakaan itu tidak dapat disembunyikan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dia juga mengatakan sejak awal sepakat dengan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk bekerja sama memecahkan kode kotak hitam pesawat Ukraina yang ditembak jatuh. Dia juga mendesak mitra internasional Ukraina untuk bersatu dan bekerja sama sampai penyelidikan selesai. [pan]

Baca juga:
Amerika Serikat Ternyata Gagal Bunuh Komandan Pasukan Khusus Iran
Berkicau Dalam Bahasa Persia, Donald Trump Akui Terinspirasi Keberanian Rakyat Iran
ISIS Puji AS Karena Bunuh Qassim Sulaimani dan Menyebutnya Sebagai 'Tindakan Tuhan'
Akui Tembak Boeing 737 Ukraina, Militer Iran Sebut Pesawat Terbang di Area Sensitif
Ketua PBNU Minta Jokowi Bantu Redam Konflik Iran dan AS

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini