Trump Akui Tentara AS yang Masih di Suriah untuk Amankan Minyak

Kamis, 24 Oktober 2019 13:25 Reporter : Pandasurya Wijaya
Trump Akui Tentara AS yang Masih di Suriah untuk Amankan Minyak konvoi pasukan tentara as. ©SAFIN HAMED / AFP

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Senin lalu mengatakan dia akan tetap mempertahankan sebagian tentara AS di Suriah untuk mengamankan sumber minyak.

Trump dua pekan lalu mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari Suriah. Kabar ini membuat sekutu AS yang selama ini ikut membantu memerangi ISIS, milisi Kurdi, kecewa karena Turki kemudian melancarkan operasi militer di utara Suriah untuk menghabisi mereka.

"Kami tidak pernah sepakat untuk melindungi Kurdi selamanya," ujar Trump kepada wartawan dalam rapat kabinet di Gedung Putih, seperti dilansir laman NBC News, Senin (21/10).

"Mana kesepakatan yang mengharuskan kita tetap di Timur Tengah demi kemanusiaan?" tambah Trump.

Dia mengatakan tentara AS yang masih bertahan di Suriah akan mengamankan sumber-sumber minyak di negara itu. Menurut Trump, AS akan membuat kesepakatan supaya keuntungan dari minyak itu akan disalurkan ke Kurdi dan dia juga memberi sinyal sebuah perusahaan minyak besar akan terlibat. Dia juga menyebut AS akan menempatkan sejumlah kecil tentaranya di dekat Yordania atas permintaan Israel.

"Amankan minyaknya, kami ingin mengamankan minyak dan mencari kesepakatan dengan Kurdi supaya mereka bisa mendapat uang masuk," kata Trump.

Keputusan Trump untuk tetap menempatkan sejumlah tentara AS di Suriah menjadi janji kedua yang dia ingkari dalam setahun karena sebelumnya dia mengatakan AS akan menarik seluruh pasukannya dari Suriah.

Komando militer AS yang dalam sebulan terakhir ini cukup terkejut dengan pengumuman Trump soal penarikan mundur tentara AS, tidak mengomentari soal mengamankan minyak ini. Namun seorang pejabat AS yang mengetahui tentang rencana AS di Suriah, mengatakan tentara mereka akan ditempatkan di pangkalan militer dekat ladang minyak Deir az-Zour, lokasi yang selama ini mereka bekerja sama dengan milisi Kurdi Pasukan Demokratis Suriah (SDF). Pangkalan militer AS yang di lokasi lain yang masih bertahan adalah di al-Tanf, sebelah tenggara gurun Suriah, jauh dari ladang minyak dan jalur pipa.

Si pejabat mengatakan jumlah pasukan AS yang masih akan bertahan di Suriah sekitar kurang dari 400 personel, disebar di Deir az-Zour dan al-Tanf.

"Kita akan memutuskan apa yang akan dilakukan (terhadap minyak) di masa depan," kata Trump. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini