Tragedi MH17, bisakah Rusia diseret ke pengadilan Internasional?

Jumat, 16 Oktober 2015 08:21 Reporter : Pandasurya Wijaya
Tragedi MH17, bisakah Rusia diseret ke pengadilan Internasional? pakar ahli selidiki mh17. ©REUTERS/Sergei Karpukhin

Merdeka.com - Menurut laporan akhir tim penyelidik Belanda, pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina Timur pada 17 Juli tahun lalu ditembak oleh rudal BUK buatan Rusia. Peristiwa itu menewaskan seluruh 298 penumpang, termasuk 12 di antaranya warga negara Indonesia.

Penyelidikan itu sebetulnya bertujuan mencari jawaban atas sejumlah pertanyaan kunci seperti, apa yang menyebabkan pesawat hancur di udara? Mengapa pesawat itu terbang di wilayah konflik?

Laporan akhir penyelidikan memang tidak menyebutkan siapa pihak yang telah menembak jatuh pesawat itu. Negara Barat menuding militan pro-Rusia sebagai pelaku namun Kremlin selama ini selalu menyangkal dan menyalahkan militer Ukraina. Penyelidikan kriminal terpisah kini masih dilakukan.

Laporan akhir juga menyatakan wilayah udara di Ukraina Timur harusnya tidak menjadi jalur penerbangan sipil, seperti dilansir situs The Week, tiga hari lalu.

Pertanyaan besarnya masih belum terjawab: siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu? Kremlin mengeluarkan pernyataan yang mengecam laporan akhir tim penyelidik Belanda. Mereka menyebut laporan itu bias dan bertendensi politik.

Pejabat Rusia dari Almaz-Antey, perusahaan pembuat rudal BUK, dua hari lalu mengatakan [pan] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. MH17
  2. Tragedi MH17
  3. Rusia
  4. Belanda
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini