Teror SMS penculikan bikin geger Singapura
Merdeka.com - Warga Singapura sedang dirundung kengerian. Pasalnya, baru-baru ini muncul SMS dari nomor tak dikenal yang menyebut anggota keluarga mereka diculik.
Si pengirim pesan teks tersebut kemudian meminta sejumlah uang tebusan senilai 50.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp 533,2 juta.
Ia lalu meminta uang itu ditransfer ke sebuah rekening bank. Ia juga mengancam orang yang menerima SMS, apabila melapor ke polisi, maka anggota keluarga yang sedang disekapnya akan dibunuh saat itu juga. Demikian menurut keterangan pihak kepolisian dalam sebuah iklan layanan masyarakat.
Polisi mengimbau agar warga mewaspadai modus penipuan berkedok penculikan orang terdekat, yang kini meresahkan orang-orang di Singapura.
"Mereka yang menerima pesan semacam itu harus tetap tenang dan sebisa mungkin melaporkannya langsung ke pihak berwajib. Jangan pernah mentransfer uang yang diminta oleh si pelaku," kata polisi, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (21/8)
Kepolisian Singapura juga menegaskan agar warga tidak membalas pesan teks teror tersebut. Sebisa mungkin memblokirnya dan melaporkan nomor itu sebagai spam (report as spam). Segera setelahnya, langsung hubungi orang terdekat--yang diklaim diculik oleh pelaku penipuan--untuk memastikan bahwa mereka benar-benar aman.
Reporter: Afra Augesti
Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya