Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teka-Teki Seputar Bentuk Patung Sphinx Mesir, Aslinya Sosok Manusia atau Hewan?

Teka-Teki Seputar Bentuk Patung Sphinx Mesir, Aslinya Sosok Manusia atau Hewan? 10 Penemuan sains misterius: Sphinx dan piramid. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Patung Sphinx di Giza salah satu monumen besar peninggalan peradaban Mesir kuno.

Patung manusia berbadan singa ini dibuat tahun 2500 SM dan menurut legenda dibuat untuk melindungi makam para firaun Mesir.

Belakangan ini muncul perdebatan terkait asal usul maupun bentuk patung. Beberapa pihak mengatakan pola erosi mengindikasikan Sphinx dibuat ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya dari tahun 2500 SM.

Ada juga yang beranggapan, kepala yang tidak proporsional menunjukkan bahwa awalnya, patung itu sama sekali bukan sphinx, melainkan singa atau bahkan mungkin dewa anjing, Anubis. Karena tidak ada yang tahu kebenarannya secara pasti, teka-teki seputar patung ini masih bergulir.

Sphinx adalah tokoh mitos dalam mitologi Yunani dan Mesir. Sphinx biasanya digambarkan berkepala manusia, bertubuh singa, dan punya sayap seperti elang. Sphinx bisa pria atau wanita, dan digambarkan sebagai sosok licik dan kejam.

Dalam sejumlah cerita, sphinx suka bertanya soal teka-teki, jika seseorang menjawab salah, maka dia akan dimangsa sphinx. Kadang-kadang, sosok ini akan meneror sebuah desa.

Sphinx yang ada di Giza disebut bertugas menjaga sesuatu dan tidak akan membiarkan siapapun lewat kecuali mereka bisa menjawab teka-teki dengan benar.

Dikutip dari laman Ancient Origins, Senin (10/4), sphinx di Giza dibangun selama kekuasaan Dinasti Keempat Kerajaan Lama Mesir, di bawah Firaun Khafre (2558-2532 SM), sekitar masa ketika Piramida Agung dibangun.

Wajah patung itu seharusnya menggambarkan firaun. Namun sphinx tersebut sama sekali tidak menggambarkan Khafre.

Beberapa orang mengatakan sphinx itu lebih mirip gayanya dengan Firaun Khufu, ayah Khafre, dan karena itu dibangun saat Khafre berkuasa, sebagai dedikasi untuk ayahnya.

Pihak lain berpendapat, sphinx itu dibangun putra Khufu lainnya, Firaun Djedefre (2528-2520 SM), yang kurang dikenal. Untuk menghormati ayahnya, sphinx dibuat Djedefre menyerupai ayahnya, bukan saudaranya Khafre.

Namun, tidak satu pun dari teori-teori ini menjelaskan sifat kepala sphinx yang tidak proporsional.

"Kepala dan tubuhnya sangat tidak proporsional (dan) alasannya mungkin karena Sphinx awalnya memiliki kepala yang sama sekali berbeda – kepala singa. Bagi orang Mesir kuno, singa adalah simbol kekuatan yang jauh lebih kuat daripada wajah manusia," jelas arsitek sejarah Dr. Jonathan Foyle.

Pada masa itu, singa masih menghuni Giza dan sekitarnya. Apakah itu karena erosi batu kapur lunak atau karena alasan politik, pendukung teori kepala singa berpendapat bahwa Sphinx Agung direnovasi menjadi wajah manusia, kemungkinan firaun, tindakan yang mengurangi ukuran keseluruhan kepalanya secara signifikan.

Ada juga teori lain yang menyatakan Sphinx Agung memang awalnya kepala binatang, tetapi bukan kepala singa, melainkan seekor anjing dan mewakili dewa kematian Mesir, Anubis. Ada banyak bukti tidak langsung untuk mendukung teori ini: Pertama, Anubis adalah dewa orang mati dan diyakini melindungi orang mati dan mencegah orang yang tidak layak menyeberangi sungai Nil ke dunia bawah, seperti peran yang dimainkan oleh anjing penjaga Cerberus di Mitologi Yunani.

Patung Anubis paling terkenal adalah yang ditemukan di dalam makam Raja Tutankhamun. Jika kepala patung itu awalnya adalah serigala bertelinga runcing, penggambaran umum Anubis, maka itu mendukung anggapan bahwa erosi merusak telinga dan mungkin moncong patung tersebut.

Firaun kemudian berusaha untuk memulihkan patung itu dan merombaknya menjadi kepala manusia, mengubahnya menjadi tokoh mitos yang populer, sphinx.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP