Tak jadi buronan di Eropa, eks Presiden Catalunya tetap enggan pulang

Selasa, 5 Desember 2017 21:32 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Tak jadi buronan di Eropa, eks Presiden Catalunya tetap enggan pulang Carles Puigdemont. ©REUTERS

Merdeka.com - Mantan Presiden Catalunya, Carles Puigdemont, nampaknya tetap berkeras enggan angkat kaki dari tempat pengasingannya di Belgia. Padahal, Mahkamah Agung Spanyol sudah mencabut surat perintah penangkapan terhadap dia di kawasan Eropa, karena dia dicari sebagai tersangka dugaan makar dan penyalahgunaan uang negara.

Pesan itu disampaikan oleh kuasa hukum Puigdemont di Belgia, Paul Bekaert. Dia mengatakan hingga saat ini kliennya dan empat mantan pejabat Negara Bagian Catalunya lainnya yang lari belum berniat pulang kampung, dan terlibat dalam kampanye pemilihan umum digelar 21 Desember mendatang.

"Untuk saat ini dia (Puigdemont) tetap tinggal di Belgia," kata Bekaert, seperti dilansir dari laman Associated Press, Selasa (5/12).

Apalagi, sambung Bekaert, kliennya masih menjadi buronan di Spanyol.

Pemerintah Spanyol memang memutuskan mencabut surat perintah penangkapan terhadap Puigdemont di kawasan Eropa. Alasannya, Puigdemont dan empat mantan anak buahnya yang kabur ke Belgia bakal segera pulang kampung.

Keputusan itu disampaikan oleh Hakim Mahkamah Agung Spanyol, Pablo Llarena. Kendati demikian, Puigdemont dan empat pengikutnya tetap menjadi buronan di negeri matador. Jika dia menginjakkan kaki di Spanyol, maka bakal dipastikan langsung dijebloskan ke ruang tahanan, seperti dilansir dari laman AFP.

Menurut Llarena, alasan lain mengapa Mahkamah Agung Spanyol mencabut surat perintah penangkapan di Eropa buat Puigdemont adalah supaya tidak membikin ruwet proses penyidikan. Termasuk soal siapa yang mesti ditahan dan dibebaskan dengan jaminan dalam sangkaan makar, pemberontakan, dan penyelewengan uang negara.

Llarena mengatakan, jika Spanyol ngotot mempertahankan surat perintah penangkapan baut Puigdemont, maka pemerintah Belgia bisa saja menolak sebagian alasan penangkapan. Dan hal itu justru bisa membuat posisi tawar Puigdemont dan rekan-rekan naik, serta melemahkan sangkaan dialamatkan kepadanya.

Puigdemont dan empat pengikutnya kemarin juga sudah menghadap pengadilan di Ibu Kota Brussels, dalam sidang ekstradisi. Hakim setempat menjadwalkan memberikan putusan pada 14 Desember mendatang. Nampaknya pencabutan surat penangkapan itu juga bakal berpengaruh terhadap proses hukum dijalani Puigdemont dan kawan-kawannya yang dalam pengasingan. Mereka kabur setelah menggelar jajak pendapat pada 1 Oktober, dan mengumumkan kemerdekaan unilateral Catalunya 26 hari kemudian. [ary]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini