Senator Brasil Sembunyikan Uang di Pantat Saat Digeledah Terkait Korupsi Dana Covid
Merdeka.com - Seorang senator Brasil yang menjadi sekutu Presiden Jair Bolsonaro tertangkap menyembunyikan uang di dalam celana dalamnya saat penyelidikan polisi terkait dugaan penyimpangan dana masyarakat untuk penanganan virus corona, seperti dilaporkan media lokal pada Kamis.
Petugas federal menggeledah rumah Chico Rodrigues di negara bagian utara Roraima pada Rabu sebagai upaya penyelidikan korupsi.
Dikutip dari AFP, Jumat (16/10), petugas menemukan uang tunai 30.000 real Brasil atau sekitar Rp 78 juta di dalam celana dalam Rodrigues, yang disebut petugas "di antara pantatnya". Demikian dilaporkan sejumlah kantor berita utama seperti O Globo, Folha de S. Paulo, dan Estadao, mengutip sumber-sumber saat penyelidikan.
Kepolisian federal mengonfirmasi kepada AFP, mereka berupaya membongkar dugaan kejahatan penyalahgunaan dana masyarakat yang dianggarkan untuk menangani wabah virus corona di negara bagian Roraima.
Sementara itu, Rodrigues menerbitkan sebuah pernyataan mengatakan polisi "melakukan tugas mereka melakukan penggeledahan sebagai bagian dari penyelidikan di mana saya disebut," meskipun dia tidak menyebutkan uang tunai tersebut atau di mana uang itu ditemukan.
Dia memprotes "rumah diserbu hanya karena melakukan tugas saya sebagai legislator" dan bersikeras dia tak melakukan kesalahan apapun.
Presiden Bolsonaro menuding media memanfaatkan berita itu untuk menggambarkan pemerintahnya yang korup.
"Operasi ini adalah contoh tipikal bahwa tidak ada korupsi di pemerintahan saya, bahwa kami memberantas korupsi tidak peduli siapa itu," ujarnya.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBolsonaro terpilih pada 2018 sebagian karena janji untuk memberantas korupsi, tetapi sejak dia menjabat, dia menghadapi beberapa skandal.
Ini termasuk penyelidikan terhadap putranya Flavio, yang dituduh menyelewengkan dana masyarakat selama menjadi legislator negara bagian Rio de Janeiro.
Bolsonaro sedang diselidiki atas tuduhan mantan menteri kehakimannya, Sergio Moro, bahwa presiden mencoba mengganggu penyelidikan polisi untuk melindungi anggota keluarga dan teman-temannya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya