Seorang pria bersama keluarganya membawa barang bawaan saat melarikan diri dari Rafah, Jalur Gaza, Palestina, pada Selasa (28/5/2024). Serangan biadab Israel yang menghantam kamp pengungsian di Rafah membuat warga Jalur Gaza ketakutan. Foto: REUTERS/Hatem Khaled
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136601/original/034682200_1783075084-1716889095518-iy0zj.jpg)
Advertisement
Kamp pengungsian yang seharusnya menjadi zona aman ternyata tak luput dari target serangan Israel. Foto: REUTERS/Hatem Khaled
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136602/original/029506100_1783075085-1716889182333-dxwpk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136603/original/005922000_1783075086-1716889252539-kj09a.jpg)
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengungkapkan, sebanyak 45 orang, termasuk 23 wanita, anak-anak dan orang tua, tewas dalam serangan brutal Israel di kamp pengungsian Rafah. Foto: REUTERS/Hatem Khaled
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136604/original/083196800_1783075086-1716889309752-m0dlp.jpg)
Sementara, sebanyak 249 orang terluka akibat serangan mengerikan tersebut. Foto: REUTERS/Hatem Khaled
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136606/original/003959200_1783075087-1716889325620-ecdrz.jpg)
Menurut laporan kantor berita Al Jazeera, saksi mata mengatakan setidaknya delapan rudal menghantam kamp yang merupakan zona aman, pada Minggu (26/5) malam sekitar pukul 20.45 waktu setempat. Foto: REUTERS/Hatem Khaled
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136608/original/040135100_1783075087-1716889357572-13cng.jpg)
Saat rudal Israel menghantam kamp tersebut pada malam hari, api menyebar dengan cepat, meratakan perkemahan hingga rata dengan tanah. Foto: REUTERS/Hatem Khaled
Advertisement
Warga Jalur Gaza pun kini terpaksa melarikan diri dari Rafah, meskipun tak ada lagi tempat aman bagi mereka. Foto: REUTERS/Hatem Khaled
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136610/original/022733200_1783075088-1716889378445-om5a9i.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136612/original/056200700_1783075088-1716889448510-g926o.jpg)
Seorang pria bersama keluarganya membawa barang bawaan saat melarikan diri dari Rafah, Jalur Gaza, Palestina, pada Selasa (28/5/2024). Foto: REUTERS/Hatem Khaled
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9136599/original/082661000_1783075083-1716889594092-tzg49f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335418/original/001944200_1787981443-chi3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215146/original/082316400_1746794162-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379444/original/037729800_1792627796-Demo_pelajar_di_Yunani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376198/original/070880000_1792312230-AP26290534189154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319019/original/009271200_1755502147-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374231/original/061210200_1792040969-000_D3A22KE.jpg)