Warga menangis pilu ketika kerabatnya meninggal dunia akibar serangan Israel di sebuah kamp pengungsian di Rafah, Jalur Gaza, pada Senin (27/5/2024). Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengungkapkan, sebanyak 45 orang, termasuk 23 wanita, anak-anak dan orang tua, tewas dalam serangan brutal Israel di kamp pengungsian warga Palestina di Rafah. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134090/original/024786400_1783074019-1716867657509-22whsf.jpg)
Advertisement
Puluhan korban tewas akibat serangan brutal Israel ini membuat warga Jalur Gaza semakin diliputi duka mendalam. Mereka tak kuasa menahan tangis. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134092/original/003296400_1783074020-1716867834894-eaik2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134094/original/031778300_1783074020-1716868195800-skj34.jpg)
Sementatra, sebanyak 249 orang terluka akibat serangan mengerikan tersebut. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134096/original/075618600_1783074020-1716867899290-vm6cfg.jpg)
Menurut laporan kantor berita Al Jazeera, saksi mata mengatakan setidaknya delapan rudal menghantam kamp yang merupakan zona aman, pada Minggu (26/5) malam sekitar pukul 20.45 waktu setempat. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134098/original/022398800_1783074021-1716868181031-6swyh.jpg)
Saat rudal Israel menghantam kamp tersebut pada malam hari, api menyebar dengan cepat, meratakan perkemahan hingga rata dengan tanah. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134099/original/075367700_1783074021-1716867975064-cvy2n.jpg)
Kantor berita Wafa, mengutip Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), menyebutkan banyak dari mereka yang tewas “terbakar hidup-hidup” di dalam tenda mereka di kawasan Tal as-Sultan. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134100/original/003541100_1783074022-1716868264877-tlszw.jpg)
Seseorang berdiri di dekat jenazah warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel di kamp pengungsian di Rafah, Jalur Gaza, pada 27 Mei 2024. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9134087/original/094371600_1783074018-1716868455662-3rp8dg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335418/original/001944200_1787981443-chi3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215146/original/082316400_1746794162-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379444/original/037729800_1792627796-Demo_pelajar_di_Yunani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376198/original/070880000_1792312230-AP26290534189154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319019/original/009271200_1755502147-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374231/original/061210200_1792040969-000_D3A22KE.jpg)