Kepala Misi Perdamaian Afrika Tengah, Babacar Gaye (64), dipecat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemicunya adalah rentetan skandal seks yang melanda pasukan perdamaian, termasuk pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur.
Tak tanggung-tanggung, yang memecat Gaye langsung Sekretaris Jenderal PBB, Bank Ki-moon. "Dia mengundurkan diri dari posisinya atas permintaan saya," kata Ban saat jumpa pers di Kota New York, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (13/8).
Gaye, diplomat kawakan asal Senegal, dianggap gagal memimpin misi perdamaian yang diberi sandi MINUSCA. Pasukan lintas negara ini mengamankan wilayah konflik di Burundi, Republik Afrika Tengah, hingga Sudan.
Masalahnya, sejak setahun terakhir personil MINUSCA justru kerap tersandung skandal seks. Salah satunya adalah pemerkosaan gadis 12 tahun di Burundi oleh anggota pasukan perdamaian PBB yang tidak disebut namanya, bulan lalu.
Ban malu karena keberadaan pasukan perdamaian PBB justru menimbulkan masalah bagi warga daerah konflik.
"Tidak terkatakan lagi rasa marah sekaligus malu yang saya tanggung karena kasus pelecehan seksual yang melibatkan personil PBB ini," kata diplomat asal Korsel ini.
Laporan Badan Pengawas Internal PBB (OIOS) Juni lalu, ada 480 kasus dugaan eksploitasi dan pelecehan seksual dilaporkan anggota pasukan PBB selama 2008-2013. Sepertiga dari tuduhan pelecehan itu melibatkan anak di bawah umur. Sementara transaksi seks yang tercatat dilakukan pasukan PBB dengan 225 wanita.
Khusus untuk pasukan perdamaian di Afrika Tengah, ada 57 laporan pelecehan seksual yang masuk ke data PBB. Ada 11 anggota MINUSCA yang diyakini memperkosa gadis di bawah umur.
Data serupa juga dipegang oleh lembaga swadaya Amnesty International. Skandal paling banyak terjadi di Afrika Tengah. Pasukan perdamaian PBB justru memperkeruh konflik antara milisi muslim dan kristen yang sedang berperang di negara itu.