Ratapan Keluarga Pasien di Luar ICU Itu Memecah Kesunyian

Selasa, 20 April 2021 03:00 Reporter : Hari Ariyanti
Ratapan Keluarga Pasien di Luar ICU Itu Memecah Kesunyian RS di India krisis akibat lonjakan kasus baru Covid-19. ©REUTERS/Danish Siddiqui

Merdeka.com - Pada awal Maret, Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan mengumumkan negara sedang “dalam babak akhir” pandemi Covid-19. Sang menteri juga memuji kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi sebagai “contoh bagi dunia dalam bidang kerjasama internasional”. Dari Januari dan seterusnya, India mulai mengirim dosis vaksin ke berbagai negara sebagai bagian “diplomasi vaksin”.

Optimisme tinggi Vardhan ini berdasarkan pada penurunan drastis kasus infeksi virus corona. Sejak puncak kasus yang mencapai rata-rata lebih dari 93.000 per hari pada pertengahan September, infeksi terus menerus turun.

Pada pertengahan Februari, India menghitung rata-rata 11.000 kasus per hari. Selama tujuh hari rata-rata angka kematian harian Covid-19 turun di bawah 100.

Euforia keberhasilan melawan virus telah dilontarkan sejak akhir tahun lalu. Para politikus, pembuat kebijakan, dan sejumlah media yakin India telah berhasil keluar dari pertarungan ini.

Pada Desember, pejabat bank sentral mengumumkan India sedang menurunkan kurva angka infeksi. Kata mereka, ada buktinya. Dengan penjelasan puitis, mereka mengatakan ekonomi "keluar di tengah bayangan musim dingin yang memanjang menuju suatu tempat di bawah sinar matahari". Modi disebut sebagai “guru vaksin”.

Pada akhir Februari, KPU India mengumumkan pemilu kunci di lima negara bagian di mana 186 juta orang akan memilih 824 kursi. Mulai pada 27 Maret, pemungutan suara berlangsung lebih dari sebulan, dan khusus negara bagian West Bengal, akan diselenggarakan dalam delapan tahap.

Kampanye berlangsung tanpa memperhatikan protokol kesehatan dan jarak sosial. Pada pertengahan Maret, badan kepengurusan kriket mengizinkan lebih dari 130.000 penggemar, kebanyakan tanpa memakai masker, menonton dua pertandingan kriket internasional antara India dan Inggris di Stadion Narendra Modi di Gujarat.

Kurang dari sebulan, India berada dalam cengkeraman gelombang kedua mematikan dan berbagai kota memberlakukan kembali penutupan atau lockdown. Pada pertengahan April, negara ini mencatat rata-rata 100.000 kasus Covid-19 per hari.

Pada Minggu (18/4), India mencatat lebih dari 270.000 kasus dan lebih dari 1.600 kematian, keduanya merupakan catatan kasus dalam sehari.

Jika landasan infeksi tidak diperiksa, India bisa mencatat lebih dari 2.300 kematian setiap hari sampai pekan pertama Juni, menurut laporan oleh Komisi Covid-19 The Lancet, seperti dilansir BBC, Senin (19/4).

Baca Selanjutnya: Memecah kesunyian...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini