Presiden Erdogan tekankan tak akan tunduk terhadap permainan AS

Senin, 13 Agustus 2018 11:49 Reporter : Farah Fuadona
Presiden Erdogan tekankan tak akan tunduk terhadap permainan AS Presiden Recep Tayyip Erdogan. ©2017 Bloomberg

Merdeka.com - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengkritik Pemerintah Amerika Serikat yang secara sepihak mengobarkan "perang ekonomi" terhadap Ankara ditandai dengan keputusan Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor produk aluminium dan baja Turki.

"Kami sampaikan 'selamat tinggal' kepada mereka yang mengorbankan kemitraan strategis dan sekutunya dengan sebuah negara berpenduduk 81 juta jiwa dengan mengganti hubungannya dengan organisasi-organisasi teroris," kata Presiden Erdogan di depan pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Provinsi Trabzon, Turki, Minggu.

Hubungan Turki dan AS kini tengah mengalami pasang surut menyusul sanksi Gedung Putih terhadap Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Hukum Abdulhamit Gul karena keduanya menolak membebaskan Pastor AS Andrew Brunson yang tersangkut kasus terorisme di Turki.

"Kami akan bertindak sesuai dengan hukum internasional. Tak seorang pun, tak satu negara pun, dan tak satu lembaga pemeringkat mana pun dapat mengancam Turki dan rakyat Turki," kata Erdogan seperti dikutip Kantor Berita Anadolu.

Presiden Trump, Jumat, meningkatkan serangannya terhadap Ankara dengan menaikkan tarif impor AS terhadap produk aluminium dan baja Turki masing-masing menjadi 20 dan 50 persen.

Menanggapi keputusan Trump yang ditudingnya sebagai "perang ekonomi" ini, Presiden Erdogan menegaskan pihaknya tidak akan menyerah pada tekanan AS. Sebaliknya, Turki akan berpaling ke pasar-pasar, mitra-mitra, dan sekutu-sekutu baru, dikutip dari Antara.

"Kami akan terus berproduksi dan meningkatkan ekspor kami. Turki akan meladeni keputusan AS ini," katanya. [frh]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini