PM Palestina Rami Hamdallah Mundur
Merdeka.com - Seorang juru bicara Palestina mengatakan Perdana Menteri Rami Hamdallah hari ini mengajukan pengunduran diri.
"Dia dan sebagian menteri mengundurkan diri," kata Ahmad Shami, salah satu juru bicara Hamdallah kepada the Times of Israel hari ini, Selasa (29/1).
Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmud Abbas kini harus memutuskan apakah menerima pengunduran diri Hamdallah dan menteri-menterinya itu.
Dalam surat pengunduran dirnya kepada Presiden Abbas, perdana menteri berusia 60 tahun itu mengatakan dia berharap pemerintahan baru segera dibentuk dan 'rekonsiliasi nasional' dengan Hamas bisa tercapai.
Hamdallah menjabat perdana menteri sejak 2013 dan dia adalah anggota faksi Fatah di PLO.
Pengunduran diri Hamdallah ini terjadi setelah dua hari lalu Komite Pusat fatah merekomendasikan pembentukan pemerintahan baru yang berisi perwakilan dari sejumlah faksi dalam tubuh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan beberapa sosok individu.
Shami mengatakan jika Abbas menerima pengunduran diri ini maka Hamdallah dan sebagian menteri laiinya akan tetap bertugas sampai pemerintahan baru terbentuk.
Anggota Komite Pusat Fatah Azzam al-Ahmad dua hari lalu mengatakan rencana pembentukan pemerintahan baru ini adalah respons terhadap sikap Hamas yang menolak menyerahkan kekuasaan di Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina.
"Kami berencana membentuk pemerintahan dari beberapa faksi sebagai tanggapan atas gagalnya Hamas menyandang tanggub jawab nasional untuk menyerahkan Jalur Gza kepada Otoritas Palestina yang diakui," kata Azzam, pejabat senior Fatah di PLO kepada the Times of Israel.
"Hamas membantu pembentukan pemerintahan sebelumnya. Kali ini mereka tidak akan ikut berpartisipasi atau mengambil bagian."
Hamas mengecam pengunduran diri ini dengan mengatakan Abbas ingin membentuk 'pemerintahan separatis' demi kepentingannya.
Palestina membentuk pemerintahan pada 2014 dengan dukungan dari kubu Fatah dan Hamas. Sejak itu Abbas pernah mengganti susunan kabinet sebanyak dua kali tanpa persetujuan Hamas.
Fatah dan Hamas masih berseteru sejak 2007 ketika fatah terusir dari Gaza.
Kedua kubu sebelumnya sudah menandatangani sejumlah kesepakatan damai untuk membuat Gaza dan Tepi Barat berada di bawah satu pemerintahan, namun sejauh ini belum ada implementasi yang dijalani.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya