Lebih dari 2.100 Penduduk Mariupol Ukraina Tewas Sejak Invasi Rusia
Merdeka.com - Lebih dari 2.100 penduduk kota Mariupol, Ukraina tewas sejak invasi Rusia, seperti disampaikan pejabat setempat pada Minggu.
"Sampai hari ini, 2.187 penduduk Mariupol tewas karena serangan Rusia," jelas dewan kota Mariupol di Telegram, dikutip dari Al Arabiya, Senin (14/3).
Disebutkan juga sekitar 100 bom udara dijatuhkan di kota pelabuhan itu. Pengeboman yang menyasar rumah sakit bersalin pada Rabu pekan lalu melukai 17 orang dan menuai kecaman internasional.
Kota di Laut Azov itu berpenduduk sekitar setengah juta jiwa itu terkepung sejak awal Maret dan menghadapi "bencana kemanusiaan" seperti disebutkan pemerintah Ukraina dan lembaga bantuan, di mana terjadi kelangkaan air maupun alat pemanas serta makanan.
"Masyarakat berada dalam situasi yang parah selama 12 hari. Tidak ada listrik, air, atau pemanas di kota, hampir tidak ada jaringan komunikasi, dan pasokan terakhir makanan dan air hampir habis," jelas pemerintah setempat.
Pada Rabu, pemerintah mengarakan 1.207 warga sipil tewas dalam sembilan hari pertama pengepungan kota strategis itu. Pihak berwenang juga mengatakan sekitar 400.000 orang masih terjebak di kota itu.
Konvoi bantuan menuju Mariupol dihalangi di pos pemeriksaan Rusia pada Sabtu, yang sebelumnya diharapkan akan tiba pada Minggu.
Turki meminta Rusia untuk membantu evakuasi warga yang terjebak di Mariupol, seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu pada Minggu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya