Berita pemerkosaan mahasiswa Indonesia di Belanda telah dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Luar Negeri RI. Pihak Kemlu membenarkan bahwa ada WNI yang mengalami luka parah akibat diserang dan diperkosa pria tak dikenal pada Sabtu (21/7) di Rotterdam.
"Benar adanya kejadian tersebut sebagaimana telah diberitakan," kata Direktur Perlindungan WNI dan badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, melalui keterangan resmi diterima merdeka.com, Senin (23/7).
Iqbal menuturkan bahwa saat ini korban sudah berada dalam penanganan pihak berwenang asal Indonesia. Karena trauma, korban memang belum bisa banyak memberikan informasi mengenai kejadian yang menimpanya.
"Sejak tadi malam tim perlindungan WNI KBRI Den Haag sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan. Selain itu, tim juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memburu pelaku," ungkap Iqbal.
Namun meski telah membenarkan insiden tersebut, pihak Kemlu tidak memberikan informasi mengenai identitas korban.
"Atas permintaan keluarga korban, kami berusaha menjaga privasi dari kasus ini. Sesuai SOP Kemlu, kami harus menjaga identitas korban," jelas Iqbal.
Sebagaimana diketahui, korban merupakan pelajar asal Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Erasmus. Dia diperkosa di dekat rumahnya di Herman Bavinckstraat usai mengunci sepeda.
Selain diperkosa, korban juga diserang bahkan dicekik menggunakan rantai sepeda. Dia ditemukan penduduk setempat setelah diperkosa dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Diduga korban tersebut diikuti sejak berada dari Avenue Concordia yang berjarak lima menit dengan sepeda dari rumahnya.