Kasus Covid-19 di Wuhan Diyakini 10 Kali Lebih Banyak dari Angka Resmi

Rabu, 30 Desember 2020 18:19 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kasus Covid-19 di Wuhan Diyakini 10 Kali Lebih Banyak dari Angka Resmi Warga Wuhan Saksikan Pertunjukkan Walrus. ©2020 AFP/HECTOR RETAMAL

Merdeka.com - Penelitian dari otoritas kesehatan China di Wuhan menyatakan jumlah kasus Covid-19 di kota tempat awal mulai pandemi terdeteksi itu bisa jadi 10 kali lebih banyak dari angka resmi.

Sekitar 4,4 persen dari 11 juta penduduk memiliki antibodi terhadap virus corona penyebab Covid-19 pada April lalu. Demikian dilaporkan Pusat Pengendalian Penyakit China (CDC).

Itu artinya ada sekitar 480.000 kasus positif di Wuhan pada April, sekitar 10 kali lebih banyak dari angka resmi yang disampaikan yaitu 50.000 kasus.

Laman AFP melaporkan, Rabu (30/12), China mendapat kritikan keras di dalam dan luar negeri dalam upaya penanganan awal pandemi, termasuk tindakan membungkam para jurnalis warga dan tidak melaporkan kasus positif di awal Januari lalu.

Dua hari lalu jurnalis warga Zhang Zhan dipenjara empat tahun karena melaporkan kondisi awal Wuhan saat pandemi baru terjadi.

Dewan Hubungan Luar Negeri Huang Yanzhong mengatakan kepada AFP, perbedaan angka yang diungkap data CDC ini kemungkinan karena "pelaporan kasus Covid-19 pada awal pandemi sekitar akhir Januari awal Februari masih kacau balau dan sebagian besar warga belum dites Covid atau hasilnya tidak akurat.

CDC juga menambahkan, hanya 0,44 persen populasi di Porvinsi Hubei di luar Wuhan yang memperlihatkan munculnya antibodi terhadap virus corona. Itu artinya karantina wilayah selama 77 hari di Wuhan berhasil mencegah meluasnya penyakit itu.

2 dari 2 halaman

Survei yang dilakukan terhadap lebih dari 34.000 orang di China itu dilakukan sejak April dan baru dirilis hasilnya dua hari lalu.

China tidak memasukkan data orang tanpa gejala sebagai kasus positif dan itu bisa jadi alasan perbedaan besar angka resmi dan angka temuan CDC.

Kasus Covid-19 di China dicatat hanya mencapai 87.027 dengan 4.634 kematian, menurut data Komisi Kesehatan Nasional kemarin.

China saat ini sudah berhasil menangani pandemi di dalam negeri dan menjadi satu-satunya negara di dunia yang pertumbuhan ekonominya positif tahun ini. [pan]

Baca juga:
Tiap Warga Wuhan Dapat Dua Suntikan Vaksin Covid-19
Begini Reaksi Ilmuwan China Saat WHO akan Kirim Tim Selidiki Asal Usul Virus Corona
Wuhan Kembali Berpesta Setelah Setahun Covid-19 Mewabah
Suatu Malam di Wuhan, Setelah Pandemi
WHO Kirim 10 Ilmuwan Internasional Selidiki Asal Usul Virus Corona di Wuhan
Penelitian: Bocah Italia Positif Covid-19 Sebulan Sebelum Kasus Pertama di Wuhan
Ada Nama Indonesia di Museum Anti-Covid-19 di Wuhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini