Jepang Minta 37 Juta Warga Matikan Lampu

Selasa, 28 Juni 2022 12:25 Reporter : Hari Ariyanti
Jepang Minta 37 Juta Warga Matikan Lampu Antusiasme penonton Olimpiade 2020 padati jalanan Tokyo. ©REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Merdeka.com - Pemerintah Jepang pada Senin mendesak warga Tokyo dan sekitarnya mengurangi penggunaan listrik karena pasokan listrik bakal terganggu saat terjadi gelombang panas.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri memperkirakan permintaan listrik pada Senin siang semakin meningkat. Kementerian juga menyampaikan pada Minggu, kelebihan kapasitas pembangkit listrik diperkirakan turun sampai 3,7 persen pada Senin sore di Tokyo dan delapan prefektur sekitarnya.

Dikutip dari BBC, Selasa (28/6), warga diminta mematikan lampu yang tidak perlu selama tiga jam dari pukul 15.00 waktu Tokyo. Namun warga masih tetap bisa menyalakan AC untuk mencegah serangan panas.

Peringatan terkait terbatasanya pasokan listrik ini telah disampaikan pemerintah selama beberapa pekan terakhir ketika suhu meningkat. Pada akhir pekan kemarin, suhu di pusat kota Tokyo di atas 35 derajat Celcius, sementara di kota Isesaki di barat ibu kota, suhu mencapai 40,2 derajat Celcius. Ini merupakan suhu terpanas yang pernah tercatat sepanjang Juni ini.

Juni adalah awal musim panas di Jepang, umumnya suhu tetap di bawah 30 derajat Celcius selama bulan ini.

Walaupun provider listrik tengah berusaha meningkatkan pasokan, kementerian mengatakan situasinya tidka bisa diprediksi karena suhu terus naik.

Pasokan listrik Jepang diperketat sejak gempa bumi di wilayah timur laut pada Maret lalu, memaksa beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menangguhkan operasi.

Para pejabat juga telah menutup beberapa pabrik bahan bakar fosil yang menua dalam upaya untuk mengurangi emisi karbon dioksida.

Baca juga:
Jepang Kembali Terima Turis Asing, Catat Syaratnya
Pria di Jepang Habiskan Uang Bantuan Covid untuk Seluruh Penduduk Kota di Meja Judi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini