Jelang hari kemerdekaan, Sudan dapat kado pencabutan sanksi ekonomi
Merdeka.com - Sudan menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara di dunia pascapencabutan sanksi ekonomi yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pekan ini.
"Sudan siap untuk kembali bekerja sama dengan negara-negara. Pencabutan sanksi ekonomi ini bisa dibilang sebagai kado menjelang hari kemerdekaan Sudan, pekan depan," ucap Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Abd Alrahim Al Siddig di Kedutaan Besar Sudan, Jakarta, Kamis (19/1).
Sudan juga menyambut baik apa yang dilakukan Obama di akhir masa jabatannya, yang berarti peluang kerja sama kedua negara juga terbuka.
"Ini adalah pembukaan jalan yang positif yang diterima Sudan dan akan membangun Sudan lebih kuat lagi ke depannya," lanjut Dubes Al Siddig.
Dubes Al Siddig pun membeberkan sektor kerja sama yang menarik bagi sejumlah negara di dunia, di antaranya agrikultur, minyak, sumber mineral dan juga emas.
Dia menegaskan perkembangan politik positif dalam semua bidang di Sudan merupakan faktor yang mendukung penghapusan sanksi ekonomi. Tak hanya itu, penghapusan sanksi ekonomi juga berimbas keluarnya Sudan dari daftar negara pendukung terorisme.
Dialog yang dilakukan Presiden Sudan, Omer Hassan Ahmed Al Bashir ini akhirnya menghasilkan dokumen komprehensif untuk semua pihak demi perdamaian.
"Kami sudah menerima tawaran kerja sama, karena saya yakin, ekonomi Sudan akan berkembang dan bertumbuh setelah ini," ungkapnya lagi.
Pencabutan sanksi ini akan memungkinkan Sudan untuk melakukan transaksi keuangan perbankan serta menjalin hubungan ekonomi yang seluas-luasnya dengan AS, serta negara-negara lain, yang memungkinkan untuk membeli barang dan menarik serta menanamkan investasi (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya