Ingin bantu warga miskin, pria Saudi buat kulkas di depan rumah

Jumat, 9 Mei 2014 14:03 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Ingin bantu warga miskin, pria Saudi buat kulkas di depan rumah Kulkas amal di Saudi ini dapat membantu warga miskin mendapatkan makanan tanpa meminta-minta. huffingtonpost.com

Merdeka.com - Seorang pria tinggal di Kota Ha'il, sebelah barat laut Arab Saudi, datang dengan ide cemerlang untuk memberi makan warga miskin di lingkungannya dan menghindari mereka dari 'rasa malu' dengan cara meminta-minta.

Pria enggan disebutkan identitasnya itu memasang sebuah lemari pendingin di jalan di depan rumahnya dan mengundang para tetangganya untuk menyumbangkan makanan lebih mereka, sehingga orang-orang yang kelaparan bisa datang dan mengambil makanan itu, seperti dilansir situs the Huffington Post, Jumat (9/5), mengutip laporan surat kabar Gulf News.

Gagasannya itu telah menarik perhatian internasional, setelah Ulama Shaikh Mohammad al-Araifi memuji tindakan beramalnya itu di akun Twitter miliknya dengan sebuah gambar kulkas amal itu. 

"Saya selalu mengatakan warga dari Kota Ha'il murah hati. Seorang pria menempatkan sebuah kulkas di luar rumahnya untuk mendapatkan makanan, sebuah tindakan amal secara langsung bagi warga miskin," kata dia, dalam terjemahan dilansir oleh BBC. "Oh betapa saya mencintai Anda, Ha'il!"

Para pengguna Twitter juga memuji tindakan sederhana dilakukan lelaki itu. 

"Itulah apa yang kita butuhkan: Sebuah tindakan sederhana, tapi ide cemerlang yang jauh dalam membantu orang," tulis seorang pengguna dengan nama akun Sniper, menurut Gulf News. "Ide itu sekarang harus dapat diadopsi dan semua masjid-masjid besar di negara ini harus menempatkan kulkas untuk mengambil dan mendistribusikan makanan."

Seorang warga negara kebangsaan Baharain, Salah, mengatakan kepada Gulf News bahwa konsep kulkas amal itu harus diadopsi di Bahrain selama bulan suci Ramadan yang akan dimulai pada akhir Juni nanti. 

"Ini adalah sebuah tindakan amal yang besar yang dapat membuat banyak orang bahagia dan puas, ucap dia. "Ada faktor makanan, tapi ada juga dimensi rohani, terutama selama bulan suci ketika orang sangat terlibat dalam tindakan beramal.

Baca juga:
Ulama Saudi klaim temukan obat MERS
Hina Islam, narablog Saudi dipenjara dan dicambuk seribu kali
Waspada virus MERS, jemaah diimbau tunda perjalanan ke Arab
Cegah virus MERS, IDI sarankan jemaah umrah tak minum susu unta
Saudi temukan lagi 18 kasus baru MERS

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Arab Saudi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini