Hadapi Demonstran, Iran Kirim 7.500 Pasukan Khusus ke Irak

Rabu, 9 Oktober 2019 18:18 Reporter : Pandasurya Wijaya
Hadapi Demonstran, Iran Kirim 7.500 Pasukan Khusus ke Irak demonstrasi di irak. ©Anadolu

Merdeka.com - Komandan pasukan elit Iran Jenderal Hassan Karami mengatakan negaranya sudah mengirimkan 7.500 pasukan khusus ke Irak untuk mengamankan peringatan Hari Arbain. Kabar dari kantor berita Mehr ini muncul di tengah tudingan ada keterlibatan pasukan Iran dalam serangkaian aksi demonstrasi di Irak belakangan ini.

Laman Al Arabiya melaporkan, Rabu (9/10), Karami juga menuturkan Iran punya sejumlah agen di lapangan yang menyamar untuk mengendalikan situasi.

Pasukan khusus Iran ini juga akan membantu Irak menangani demonstrasi dan mereka juga terlibat dalam operasi penanganan unjuk rasa di Iran pada Desember 2017 dan Januari 2018 di lebih dari 100 kota.

Demonstran Irak menuduh Iran terlibat secara langsung dalam tindakan represif aparat keamanan dalam unjuk rasa belakangan ini.

Seorang demonstran yang diwawancarai Reuters pekan lalu mengatakan ada aparat berbahasa Farsi dalam bentrokan di tengah unjuk rasa itu.

"Tidak ada pekerjaan. Kami berunjuk rasa dan mereka menembaki dengan peluru tajam. Mereka semua orang Iran yang berbicara dalam bahasa Farsi. Waktu kita berbicara dengan mereka dijawab dalam bahasa Farsi. Kalau orang Irak tidak akan menembaki," kata seorang demonstran.

1 dari 1 halaman

Perang Sesungguhnya dengan AS

Utusan Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei di Garda Revolusi kemarin mengatakan demonstrasi baru-baru ini di Irak adalah perang sesungguhnya dengan Amerika Serikat.

Dikutip dari koran Asharq Al-Awsat yang berbahasa Arab, Abdullah Haji Sadeghi, utusan Khamenei di Garda Revolusi menyebut demo berdarah di Irak sejak pekan lalu adalah upaya AS untuk menyingkirkan milisi Iran (PMF) yang menjadi bagian dari militer Irak.

"Ada 'perang sesungguhnya' dengan Amerika di Irak. Mereka ingin mencegah rakyat Irak mengalami revolusi yang sama dengan Iran dan mencegah milisi PMF mempertahankan negaranya," kata Sadeghi, seperti dilansir laman the Jerusalem Post, Selasa (8/10).

"Musuh ingin membuat kekacauan tapi mereka gagal dan konspirasi mereka tidak akan efektif," kata Khamenei dalam kicauannya di Twitter. [pan]

Baca juga:
Iran: Demo di Irak adalah
Demo Berdarah di Irak, Benarkah Amerika Rencanakan Kudeta?
Enam Hari Unjuk Rasa Anti-pemerintah, Lebih dari 100 Demonstran Tewas di Irak
Kemuakan Terhadap Elit Politik Membuat Kaum Muda Irak Memberontak
PBB Desak Hentikan Demo Irak yang Tewaskan Hampir 100 Orang

Topik berita Terkait:
  1. Iran
  2. Irak
  3. Amerika Serikat
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini