Ayah korban Boko Haram pilih putrinya mati ketimbang masuk Islam

Kamis, 15 Mei 2014 23:02 Reporter : Ardini Maharani
Ayah korban Boko Haram pilih putrinya mati ketimbang masuk Islam Boko Haram. ©AFP PHOTO/BOKO HARAM

Merdeka.com - Seorang bapak yang anaknya diculik Boko Haram mengatakan rela sang putri dibunuh ketimbang harus masuk Islam. Dia juga menyerukan pemerintah agar menolak keinginan Boko Haram menukar para gadis dengan anggota kelompok mereka yang ditahan pemerintah Nigeria.

Surat kabar the Telegraph melaporkan, Rabu (14/5), sebelumnya beredar video memperlihatkan para gadis diculik Boko Haram mengucapkan syahadat dan melantunkan beberapa ayat Al-Quran. Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menegaskan mereka telah masuk Islam. "Demi Allah kami tidak akan melepaskan mereka sebelum kalian melepaskan saudara kami," ujarnya.

Para gadis membaca dua kalimat syahadat duduk di atas tanah dengan mengenakan busana berwarna gelap. Ayah salah satu gadis tidak disebutkan identitasnya ini mengaku belum menyaksikan video itu namun dia tidak tertarik melihatnya. "Putri saya seorang Kristen. Saya lebih suka melihatnya mati ketimbang masuk Islam," ujar lelaki itu.

Lebih lanjut lelaki itu juga menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah membebaskan para gadis dan jangan mau menukar 276 siswi itu dengan anggota kelompok Boko Haram. Menurutnya, Shekau akan terus melakukan hal sama jika keinginannya ditanggapi. [din]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Boko Haram
  3. Nigeria
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini