Akui Tembak Boeing 737 Ukraina, Militer Iran Sebut Pesawat Terbang di Area Sensitif

Sabtu, 11 Januari 2020 18:34 Reporter : Iqbal Fadil
Akui Tembak Boeing 737 Ukraina, Militer Iran Sebut Pesawat Terbang di Area Sensitif Kerabat korban pesawat yang jatuh di Iran. ©REUTERS/Valentyn Ogirenko

Merdeka.com - Pemerintah Iran akhirnya mengakui telah Boeing 737 milik Ukraina yang jatuh dan menewaskan 176 orang tertembak oleh militer mereka. Penyebabnya adalah faktor human error serta pesawat yang terbang terlalu dekat dengan area sensitif.

Seperti dikutip dari AP News, Sabtu (11/1), pernyataan resmi militer menjelaskan pesawat komersial itu terbang terlalu dekat dengan "pusat militer yang sensitif" sehingga dikira ancaman.

Penembakan terjadi beberapa jam usai Iran menembak pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak. Saat itu, militer Iran berada dalam level kesiapan tertinggi.

"Dalam kondisi demikian, akibat human error dan ketidaksengajaan, pesawatnya tertembak," ujar pernyataan resmi militer Iran.

Pengakuan Iran sesuai dengan analisis pemerintah AS bahwa terjadi ketidaksengajaan yang mengakibatkan pesawat Boeing 737 ditembak.

"Semua indikasi menunjukkan bahwa penumpang pesawat jet itu tak sengaja ditembak, kemungkinan besar karena pertahanan udara Iran berada dalam taraf kewaspadaan tinggi ketika mereka meluncurkan rudal-rudal balistik ke basis AS," ujar seorang pejabat AS kepada Time.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah meminta maaf akan kejadian ini. Ia berjanji pihak yang bertanggung jawab akan dieksekusi.

"Republik Islam Iran sangat menyesalkan bencana kesalahan ini," ujar Rouhani yang turut menyampaikan duka cita mendalam pada keluarga korban.

Baca Selanjutnya: Awalnya Sempat Membantah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini