Aktivis Saudi Dipenjara 34 Tahun karena Bela HAM di Twitter

Kamis, 18 Agustus 2022 15:17 Reporter : Pandasurya Wijaya
Aktivis Saudi Dipenjara 34 Tahun karena Bela HAM di Twitter salma al shihab. ©ALQST

Merdeka.com - Aktivis hak asasi asal Arab Saudi Salma al-Shihab dipenjara 34 tahun Senin lalu karena membela hak asasi di Twitter. Demikian menurut dokumen pengadilan.

Shihab, 33 tahun ibu dua anak, juga dilarang bepergian ke luar Saudi selama 34 tahun.

Mahasiswa PhD di Universitas Leeds, Inggris itu ditangkap pada Januari 2021 dan ditahan 265 hari selama pemeriksaan sebelum dibawa ke Pengadilan Khusus Pidana, menurut organisasi pembela hak asasi ALQST.

Dilansir laman CNN, Kamis (18/8), Shihab awalnya divonis hukuman enam tahun penjara dan kemudian ditambah menjadi 34 tahun setelah dia mengajukan banding, kata dokumen pengadilan.

Dakwaan yang disangkakan terhadapnya oleh jaksa termasuk "memberi bantuan kepada mereka yang hendak mengacaukan ketertiban dan mengganggu keamanan publik serta stabilitas negara, dan menyebarkan kabar bohong serta rumor di Twitter," kata ALQST.

Shihab mengatakan kepada pengadilan, tanpa pemberitahuan sebelumnya dia "dipaksa" untuk menjalani penyelidikan selama berbulan-bulan dan dia ditahan ruang isolasi.

Dokumen pengadilan juga mengungkapkan dia meminta kedua anak dan ibunya yang sakit untuk dirawat.

Kepala Komunikasi dan Pengawasan ALQST Lina Al-Hathloul mengatakan kepada CNN, Shihab ditangkap karena mendukung kakaknya Loujain al-Hathloul--aktivis terkemuka yang dipenjara lebih dari 1.000 hari ketika pemerintah Saudi menindak para aktivis anti-pemerintah pada Mei 2018 setelah melarang kaum perempuan menyetir mobil.

AQLST mendesak pemerintah Saudi segera membebaskan Shihab dan melindungi kebebasan berpendapat.

Shihab, anggota dari minoritas Syiah di Saudi yang mayoritas Sunni, menyebut dirinya di Instagram sebagai dosen kedokteran dan perawat gigi. Dia mengatakan sedang menjalani studi PhD di Universitas Leeds dan pengajar di Universitas Putri Nurah di Riyadh.

Akun Twitternya yang memiliki 2.700 pengikut tidak ada aktivitas lagi sejak 12 Januari 2021, tiga hari sebelum dia dilaporkan ditangkap di Saudi.

Akhir bulan sebelumnya, dia mencuit sejumlah pesan menyerukan reformasi di Saudi dan pembebasan aktivis HAM, ulama, dan cendekiawan.

Pemerintah Saudi sejauh ini tidak berkomentar mengenai laporan ini. [pan]

Baca juga:
Mantan Karyawan Twitter Terbukti Jadi Mata-Mata Saudi
AS Jual 300 Rudal Patriot ke Saudi, Harganya Mencengangkan
Arab Saudi Tangkap TikToker Asal Mesir karena Unggah Konten "Tak Bermoral"
Menjajal Kereta Cepat Saudi: Fasilitas Nyaman dan Pemandangan Indah
Saudi akan Bangun Pencakar Langit Terbesar di Dunia Senilai Rp14.000 Triliun
Saudi Tangkap Warga yang Bantu Jurnalis Yahudi Masuk ke Kota Makkah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini