66 Anak Meninggal Setelah Minum Obat Batuk Buatan India

Kamis, 6 Oktober 2022 16:15 Reporter : Hari Ariyanti
66 Anak Meninggal Setelah Minum Obat Batuk Buatan India Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©Christopher Black/WHO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Sirup obat batuk dari India dikaitkan dengan kematian 66 anak di Gambia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, kemungkinan sirup ini juga telah didistribusikan ke sejumlah negara lain.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, sirup obat batuk dan demam ini diproduksi perusahaan farmasi asal India, Maiden Pharmaceuticals Ltd. Obat ini juga dikaitkan dengan cedera ginjal akut.

Empat produk obat Maiden yang terkontaminasi ditemukan setelah analisis laboratorium dan hasilnya mengandung "dietilen glikol dan etilen glikol dalam kadar yang tidak dapat diterima", dikutip dari laman Al Arabiya, Kamis (6/10).

Tedros mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama perusahaan farmasi tersebut dan regulator kesehatan di India. Dia juga memperingatkan negara lain menarik obat tersebut dari pasaran.

Maiden Pharmaceuticals Ltd dan juga Badan Pengawasan Standar Obat-Obatan Pusat India belum menanggapi berita ini. [pan]

Baca juga:
Cara WHO Uji Laboratorium Covid-19 di Indonesia untuk Hasil Akurat dan Diandalkan
Direktur WHO: Akhir Pandemi Covid-19 Sudah Dekat
Cara Tepat Atasi Batuk Berdahak, Pilih Obat dengan Kombinasi Zat Ampuh yang Aman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini