100 Orang Terkaya Dunia Minta Ditagih Pajak Lebih Banyak, Tujuannya Mulia Sekali

Kamis, 20 Januari 2022 11:36 Reporter : Pandasurya Wijaya
100 Orang Terkaya Dunia Minta Ditagih Pajak Lebih Banyak, Tujuannya Mulia Sekali jeff bezos. ©Jonathan Ernst, Reuters

Merdeka.com - Sebanyak lebih dari 100 orang terkaya di berbagai belahan dunia menyerukan pemerintah di berbagai negara untuk menagih mereka pajak lebih banyak.

Kelompok bernama Patriotic Millionaires, Millionaires for Humanity, dan TaxMeNow itu mengatakan orang-orang super kaya selama ini tidak diminta membayar pajak untuk pemulihan ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

"Sebagai miliuner, kami tahu sistem pajak saat ini tidak adil," kata mereka dalam sebuah surat terbuka yang dirilis daring kemarin, seperti dilansir laman BBC, Kamis (20/1).

Surat terbuka itu salah satunya ditandatangani oleh pewaris Disney Abigail Disney dan Nick Hanauer.

Hanauer adalah pengusaha Amerika Serikat dan investor di situs retail daring Amazon.

"Sebagian besar dari kami bisa mengatakan, di saat dunia tengah sangat menderita selama dua tahun terakhir, kami justru mengalami peningkatan kekayaan di masa pandemi--tapi hanya sedikit dari kami yang membayar pajak dengan semestinya," kata para penandatangan surat itu dalam acara Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss yang digelar secara virtual tahun ini.

"Dunia--semua negara di dalamnya--harus meminta orang kaya membayar pajak mereka," tulis para orang kaya itu yang di antaranya berasal dari AS, Inggris, Jerman, Kanada, Denmark, Austria, Belanda, Norwegia, dan Iran.

2 dari 2 halaman

Lembaga Oxfam kemarin juga merilis laporan yang menjelaskan bagaimana pandemi telah memperbesar jurang ketimpangan di seluruh dunia. Menurut laporan itu, pandemi telah membuat 160 juta orang jatuh dalam jurang kemiskinan sementara 10 orang terkaya justru kekayaannya berlipat ganda.

"Kekayaan masih terus terkonsentrasi di tangan segelintir orang dan ini makin membuat masalah sosial," kata miliuner Inggris Gemma McGough, pengusaha dan anggota Patriotic Millionaires kepada France24.

Pajak tahunan kepada orang terkaya dunia bisa mencapai USD 2.52 triliun, menurut analisis Fight Inequality Alliance, Institute for Policy Studies, Oxfam, dan Patriotic Millionaires. Pajak 2 persen untuk kekayaan lebih dari USD 5 juta; 3 persen untuk kekayaan lebih USD 50 juta; 5 persen untuk kekayaan lebih dari USD 1 miliar.

Dana hasil pengumpulan pajak itu diperkirakan cukup untuk membuat vaksin bagi seluruh dunia dan kebutuhan fasilitas kesehatan serta perlindungan sosial bagi 3,6 miliar penduduk Bumi yang berada di negara miskin dan berpendapatan menengah ke bawah.

"Jika kita tidak mengatasi ketimpangan besar ini, kekuasaan serta kekayaan yang dimiliki para miliuner, kita tidak bisa menangani perubahan iklim, gerakan feminis atau gerakan HAM. Ini menjadi kepentingan kita semua untuk membuat masa depan dunia yang berbeda," kata Jenny Ricks dari Fight Inequality Alliance kepada France24.

McGough menambahkan, "99 persen orang di dunia mengalami pendapatan yang merosot selama pandemi dan biaya hidup makin tinggi. Kalau Anda berada di 1 persen, lalu melihat situasi Anda sendiri dan tidak mengalami hal yang sama--itu tidak benar. Itu tidak adil. Kita tahu kita berada di posisi untuk menanggung beban itu." [pan]

Baca juga:
Kekayaan Para Miliarder Dunia Ini Bertambah Rp71,6 Kuadriliun Meski Ada Pandemi
Harta 10 Orang Super Kaya di Dunia Bertambah Rp215 Juta per Detik Selama Pandemi
Jenuh Hidup di Kota, Orang Kaya Ini Bangun Rumah di Tengah Hutan
Ini Sosok Pria Pengusaha Fintech Terkaya di Eropa, Hartanya Capai Rp329 Triliun
Kekayaan Miliuner Dunia Bertambah Banyak, tapi 150 Juta Orang Jatuh Miskin di 2021
Pria ini Buktikan Masa Kecil Kelam Tak Tutup Peluang jadi Jutawan di Masa Depan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini