Makan sahur adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, terutama saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Selain menjadi persiapan fisik untuk menghadapi lapar dan haus sepanjang hari, sahur juga merupakan waktu yang penuh berkah dan keutamaan.
Ustaz Adi Hidayat melalui channel YouTube Adi Hidayat Official menjelaskan bahwa sahur memiliki dimensi spiritual yang sangat penting, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Quran dan hadits Nabi Muhammad SAW.
Advertisement
Makna Sahur dan Waktunya
Menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH), istilah "sahur" berasal dari akar kata Arab sin, ha, dan ra yang berarti waktu singkat sebelum fajar. "Sahar, waktu singkat menjelang fajar.
Aktivitas yang dikerjakan di waktu sahar disebut dengan sahur namanya," jelas UAH. Dalam praktik puasa, waktu sahur biasanya dimulai sekitar 15 hingga 30 menit sebelum fajar.
Allah SWT memuliakan orang-orang yang beristighfar di waktu sahur, seperti yang disebutkan dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 18. "Dan di waktu sahur mereka (kaum bertakwa) memohon ampunan kepada Allah."
Keutamaan ini juga ditegaskan dalam QS. Al-Imran ayat 17, di mana orang-orang yang beristighfar di waktu sahur disandingkan dengan mereka yang sabar, khusyuk dalam ibadah, dan gemar berinfak.
Advertisement
Sunnah Nabi
Nabi Muhammad SAW sangat menekankan keistimewaan makan sahur sebagai sunnah yang membawa banyak keberkahan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tashahharu fa inna fis-sahuri barakah" ("Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.") - HR. Bukhari, No. 1923.
Dengan memperhatikan sunnah ini, umat Islam dapat merasakan manfaat yang lebih dalam saat menjalankan ibadah puasa.
Advertisement
Sahur Membawa Keberkahan
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ada dua makna utama berkah dalam sahur:
1. Peningkatan Kebaikan dan Konsistensinya.
"Berkah itu ziyadatul khair wastiminaruh, bertambahnya nilai-nilai kebaikan disertai dengan konsistensi dalam penunaiannya," ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa sahur tidak hanya memberikan energi bagi tubuh, tetapi juga mendorong kita untuk lebih aktif dalam beribadah sepanjang hari.
2. Keberkahan Fisik dan Spiritual.
Secara fisik, sahur membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama berpuasa.
Dibandingkan dengan makan malam yang lebih awal, sahur yang dilakukan menjelang fajar memungkinkan tubuh untuk lebih efektif dalam memanfaatkan energi.
Dari segi spiritual, makanan yang halal dan dikonsumsi dengan niat yang baik akan meningkatkan semangat kita dalam beribadah. "Jika sahur dilakukan dengan benar, maka setelahnya bacaan Qur'an meningkat, zikir bertambah, dan semangat beribadah semakin kuat," tambahnya.
Advertisement
Sahur Memiliki Peranan Penting dalam Sejarah Islam
Keistimewaan sahur juga tercermin dalam sejarah Islam. Salah satu contohnya adalah Perang Badar yang berlangsung di bulan Ramadhan, di mana para sahabat menunjukkan semangat juang yang tinggi meskipun mereka sedang menjalankan puasa.
Sahur bukan sekadar mengisi perut, melainkan juga merupakan ibadah yang sarat dengan berkah. Dengan niat yang tulus dan makanan yang halal, sahur dapat menjadi sumber motivasi untuk meningkatkan ibadah dan produktivitas seseorang.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan."