CEK FAKTA: Hoaks Penyakit Baru Muncul dari Ikan Tongkol

Informasi penyakit baru dari ikan tongkol dan tembaga adalah hoaks. Foto dan video dengan narasi penyakit baru dari ikan tongkol adalah kejadian saat warga di Desa Lokotali, NTT, yang keracunan ikan

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
CEK FAKTA: Hoaks Penyakit Baru Muncul dari Ikan Tongkol
Ilustrasi ikan. ©Pixabay

Informasi penyakit baru muncul dari ikan tongkol dan tembang beredar di media sosial. Informasi itu juga menyebutkan bahwa penyebaran penyakit mengandung makanan ikan.

"Ksia tau smua para keluarga kitaaa... Jgn beli ikan dluuu soalnya ad penyebaran penyakit yg mengandung mkanan ikannn....terkhususnya ikan tongkol dan tembangggg... Pkox smau ikannnnn. Smogaaa di sampaikann di kluarga kita smuaaaaa."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel Tempo.co berjudul "Keliru, Terjadi Penyebaran Penyakit Baru di Kodi NTT Lewat Ikan Tembang dan Tongkol" pada 5 Januari 2021, dijelaskan bahwa tidak penyakit baru dari ikan.

Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memasukkan kata kunci "keracunan ikan tembang" di mesin pencari gambar Google. Hasilnya, ditemukan sebuah petunjuk dari video yang diunggah oleh kanal YouTube Anselrufus Channel pada 5 Januari 2021 terkait warga Kodi, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, yang keracunan ikan.

Dalam video ini, tepatnya pada menit 5:28, terlihat seorang pria yang mengenakan jaket merah dengan tulisan berwarna putih. Pria tersebut sama dengan yang terlihat dalam foto yang terdapat dalam gambar tangkapan layar di atas. Baik dalam video ini maupun dalam foto di atas, pria itu sedang menemani pria yang sedang terbaring, yang mengenakan kaos coklat-kuning.

Kemudian dalam artikel kumparan.com berjudul "Keracunan Ikan, 1 Warga SBD, Tewas, 12 Kritis" pada 5 Januari 2021, dijelaskan bahwa sejumalab warga menjadi korban keracunan ikan.

Hona Rehi (60) warga dusun Homba Karamboyo, Desa Lokotali, Kecamatan Kodi Blaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT meninggal dunia karena keracunan ikan, Senin (4/1/2021).

Ia dinyatakan meninggal dunia setelah bersama 12 warga lainnya menyantap ikan jenis tembang. Akibatnya, 12 orang lainnya yang juga mengalami keracunan dan hingga kini sedang kritis dan dirawat di Puskesmas Kodi Bangedo.

Kapolsek Kodi Bangedo, AKP. Agus Supriyanto yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menuturkan, kejadian itu berawal dari Hendrikus Ndara Milla membeli ikan dari seorang penjual bernama Hendrikus Hona Kandi dari dusun Kalembu Kadimbil sebanyak 40 ekor dengan harga Rp 20.000.

Ikan itu kemudian dimasak oleh Paulina Capa, Kakak yang adalah kerabat dekat korban. Sekitar pukul 12.00 Wita, mereka berdua pun menyantap ikan itu.

"Setelah makan, korban masih sempat berangkat ke kebun namun pulang lagi sekitar pukul 13.30 wita. Saat pulang itulah, Hona Rehi langsung muntah-muntah dan lemas," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/1/2021).

Melihat itu, kerabat korban masih sempat memberinya air minum. Namun, nyawa Honda Rehi tidak bisa tertolong sebelum dilarikan ke rumah sakit.

"Tepat pukul 19.00 Wita korban meninggal dunia di rumahnya,” katanya.

Ia berharap, warga lebih hati-hati mengkonsumsi ikan yang dibeli.

Kesimpulan

Informasi penyakit baru dari ikan tongkol dan tembaga adalah hoaks. Foto dan video dengan narasi penyakit baru dari ikan tongkol adalah kejadian saat warga di Desa Lokotali, NTT, yang keracunan ikan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rekomendasi