Better experience in portrait mode.
Dinocephalosaurus Orientalis: Reptil Laut Unik dari Tiongkok

Dinocephalosaurus Orientalis: Reptil Laut Unik dari Tiongkok

Dinocephalosaurus Orientalis, reptil laut yang hidup di Tiongkok, mengungkapkan misteri dan keunikan yang menarik.

Dinocephalosaurus Orientalis memiliki tubuh panjang 6 meter dengan leher yang sangat panjang dan banyak tulang. Reptil ini mirip dengan ular dan berkembang biak di laut.

Penemuan terbaru dari Dinocephalosaurus Orientalis membuat ahli paleontologi semakin terpesona. Spesimen yang ditemukan memungkinkan deskripsi yang lebih lengkap tentang reptil ini.

Dinocephalosaurus Orientalis adalah reptil laut yang menarik untuk dipelajari. Klik baca selengkapnya untuk informasi lebih lanjut dan temukan topik terkait lainnya.

Geser👉
Sewa 70 Mobil Listrik, Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp6 Miliar

Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp6 Miliar untuk Sewa 70 Mobil Listrik

Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk mengganti kendaraan dinas konvensional ke kendaraan listrik sebagai langkah mendukung pelestarian lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Total 70 unit kendaraan bertenaga listrik yang sedang disiapkan pada tahap awal ini. Penggunaan sistem sewa dipilih untuk menghemat anggaran dan mempertimbangkan perkembangan harga kendaraan listrik dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Pemkot Surabaya akan memperbanyak penggunaan transportasi elektrik setelah kendaraan dinas konvensional terlelang. Pembangunan fasilitas stasiun pengisian daya sudah dikoordinasi bersama PLN.

Pengadaan mobil listrik oleh Pemkot Surabaya sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022. Survei harga sewa kendaraan listrik sedang dilaksanakan. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Saksi Mahkota Ungkap SYL Beri Rp800 Juta ke Firli Bahuri, Ini Kata Polda Metro Jaya

SYL Beri Rp800 Juta ke Firli Bahuri

Polda Metro Jaya terus mengusut dugaan pemerasan yang dilakukan Firli Bahuri terhadap SYL.

Eks Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengaku diminta Syahrul Yasin Limpo untuk memberikan uang Rp800 juta kepada Firli Bahuri.

Firli Bahuri diduga melakukan korupsi berupa pemerasan terkait penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian RI.

Polda Metro Jaya terus mengusut kasus ini dan Firli Bahuri telah ditetapkan sebagai tersangka.

Geser👉
Papua Belum Penuhi Minimal Anggaran Pendidikan

Papua Belum Penuhi Minimal Anggaran Pendidikan

Papua belum mencapai minimal anggaran pendidikan 20%.

Pemerintah provinsi di Papua belum memenuhi syarat wajib belanja pendidikan sebesar 20%.

Alokasi dana pendidikan di Papua masih sangat rendah, dengan Papua Barat hanya 3,59% dari total belanja daerah.

Data ini menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan alokasi anggaran pendidikan di Papua.

Geser👉
Jokowi Pastikan Tidak Ada Bansos untuk Pelaku Judi Online!

Jokowi Tegaskan Tidak Ada Bansos untuk Pelaku Judi Online

Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak akan ada bantuan sosial (bansos) untuk pelaku judi online.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah berencana memberikan bansos kepada keluarga pejudi online.

Namun, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak mengatur hal tersebut dan bansos hanya diberikan kepada warga miskin sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa penerima bansos adalah warga miskin yang memenuhi kriteria, termasuk korban judi online yang jatuh miskin. Tidak ada kekhususan untuk korban judi online.

Geser👉
Update Kasus Korupsi 109 Ton Emas PT Antam, Kejagung Periksa Tiga Saksi

Kejagung Periksa Tiga Saksi dalam Kasus Korupsi 109 Ton Emas PT Antam

Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang memeriksa tiga saksi dalam kasus korupsi impor emas merek Antam. Para tersangka diduga menggunakan merek Antam untuk emas cetak milik swasta secara ilegal. Kasus ini menjadi perhatian publik karena adanya 109 ton emas palsu yang beredar di masyarakat.

Kejagung mengusut kasus dugaan korupsi impor emas merek Antam yang terjadi pada tahun 2010-2022. Tiga saksi yang diperiksa adalah EEL dari Toko Aneka Logam, YSE dari Toko Emas Jaya Abadi, dan STY pegawai PT Antam Tbk. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut.

Ketut Sumedana, pembaca Generasi Milenial dan Generasi Z, menyoroti perbedaan antara emas resmi Antam dengan emas milik swasta yang distempel secara ilegal. Namun, Ketut tidak dapat menilai kualitas emas tersebut. Kejagung telah menetapkan enam mantan General Manager PT Antam sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus korupsi impor emas merek Antam ini menjadi pengungkapan skandal baru yang ditangani Kejagung. Dengan adanya ringkasan ini, pembaca diajak untuk menemukan ringkasan menarik lainnya dengan topik berbeda. Geser ke atas untuk menemukan ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Polisi Serahkan Berkas Pegi Setiawan ke Kejaksaan, Bagaimana Status 2 DPO Kasus Vina Cirebon yang Dihapus?

Polisi Serahkan Berkas Pegi Setiawan ke Kejaksaan

Polisi serahkan berkas tersangka Pegi Setiawan alias Perong atas kasus dugaan pembunuhan berencana Vina dan Eky, Cirebon ke Kejaksaan.

Status dua DPO Andi dan Dani yang terlibat dalam kasus tersebut masih belum jelas, namun penyidik tetap menindaklanjuti dan membuka peluang bagi masyarakat untuk memberikan informasi terkait keberadaan keduanya.

Meskipun tidak ada bukti yang mengarah ke Andi dan Dani, penyidik akan terus memastikan apakah keduanya nyata atau hanya fiktif belaka.

Polda Jawa Barat akan menyerahkan berkas tersangka Pegi Setiawan ke Kejaksaan setelah memeriksa sebanyak 70 orang saksi. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Polisi Sebut Saka Tatal Sering Berbohong dalam Kasus Vina Cirebon

Polisi Sebut Saka Tatal Sering Berbohong dalam Kasus Vina Cirebon

Polisi mengungkap bahwa Saka Tatal sering berbohong dalam kasus Vina Cirebon.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menyebut bahwa keterangan dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) menemukan banyak keterangan berubah dari Saka Tatal selama proses penyidikan.

Polda Jawa Barat memastikan melakukan proses penyidikan dengan hati-hati terhadap Saka Tatal yang baru-baru ini buka suara setelah bebas.

Kasus ini menunjukkan pentingnya profesionalitas penyidik dan keterbukaan dalam proses hukum. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Polisi Tindak Pemuda Bawa Mobil Dinas di Yogyakarta

Polisi Tindak Pemuda Bawa Mobil Dinas di Yogyakarta

Polisi DIY menegur pemuda yang menggunakan mobil dinas di Yogyakarta.

Pemuda tersebut sudah pernah ditegur sebelumnya tetapi tetap memakai mobil dinas.

Polisi meminta agar mobil dinas tersebut tidak lagi beroperasi di Yogyakarta.

Tindakan ini diambil karena laporan dari masyarakat dan sebagai bentuk sayang polisi pada pemuda tersebut.

Geser👉
Diperiksa Penyidik, Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua korban dugaan pelecehan eks Rektor UP berharap tersangka segera ditetapkan, menunggu hasil penyidikan.

Keduanya diperiksa sebagai saksi pelapor setelah kasusnya naik ke tahap penyidikan.

Penyidik sedang mengumpulkan bukti untuk menentukan pelaku sebenarnya, dan juga menyinggung status klien di universitas.

Penasihat hukum berharap kasus ini diusut tuntas dan kedua korban mendapatkan keadilan.

Geser👉
Bantah Saksi Mahkota, SYL: Saya Merasa Tidak Pernah Perintahkan Cari Uang

SYL Bantah Perintahkan Cari Uang

SYL membantah kesaksian mantan anak buahnya terkait perintah menarik atau mengumpulkan uang dari para eselon I di lingkungan Kementan RI.

SYL menyatakan bahwa meminta uang merupakan tindakan yang memalukan dan bahwa dia tidak pernah aktif untuk meminta atau memaksa.

SYL juga memastikan dirinya tidak bisa melakukan pencopotan atau pergantian jabatan terhadap jajaran eselon I di Kementan RI.

SYL menegaskan bahwa dia tidak pernah mencopot atau mengganti pejabat selama menjadi pejabat, dan mengajak pembaca untuk menemukan ringkasan menarik lain dengan topik berbeda.

Geser👉
Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan jika Kasus Berlanjut

Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan

Polisi mengancam akan menjerat Ayah Pegi Setiawan dengan pidana jika anaknya terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arista dan Muhammad Rizky Rudiana.

A Saprudi diduga menyembunyikan identitas anaknya yang menjadi buron selama delapan tahun dengan mengganti namanya menjadi Roby Irawan.

Ayah Pegi juga memperkenalkan Pegi yang berganti identitas menjadi Roby sebagai keponakan, bukan anaknya.

Meski fokus saat ini masih pada penuntasan kasus pembunuhan Vina dan Eky, kasus keterlibatan Ayah Pegi kemungkinan akan diproses berikutnya.

Geser👉
Satgas Pemberantasan Judi Online Dibentuk Presiden Jokowi

Satgas Pemberantasan Judi Online Dibentuk Presiden Jokowi

Satgas Pemberantasan Judi Online dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Juni 2024.

Rapat perdana Satgas Pemberantasan Judi Online dilakukan untuk mempercepat pemberantasan judi online secara tegas dan terpadu.

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online mengungkap tiga tugas yang akan dilakukan, yaitu pembekuan rekening transaksi judi online, penindakan modus jual beli rekening, dan penutupan pelayanan pembayaran online di mini market.

Sampai saat ini, sudah ada empat sampai lima ribu rekening mencurigakan yang telah diblokir oleh Satgas Pemberantasan Judi Online.

Geser👉