CEK FAKTA: Disinformasi Ma'ruf Amin Sebut Idul Adha Tak Harus Dimaknai dengan Kurban

Selasa, 4 Agustus 2020 10:52 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Disinformasi Ma'ruf Amin Sebut Idul Adha Tak Harus Dimaknai dengan Kurban Kiai Maruf Amin. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Sebuah tangkapan layar yang memuat berita republika.co.id berjudul "Wapres: Idul Adha Jadi Momen Berbagi Kepada Sesama" beredar di media sosial Facebook. Dalam tangkapan layar itu, dituliskan keterangan "Wapres menyebut Idul Adha tak harus dimaknai dengan menyembelih qurban".

disinformasi wapres maruf amin sebut idul adha tak harus qurban

Facebook

Salah satu pengunggah tangkapan layar itu memberikan keterangan foto sebagai berikut:

"Innailaihi wainnailaihi rojiun,,
Semenjak nyebur,,
Kenapa jadi begini kek..
Lupa hari pembalasan kah??
.
Nauzubillah".

Penelusuran

Penjelasan terkait keterangan "Wapres menyebut Idul Adha tak harus dimaknai dengan menyembelih qurban", dijelaskan dalam artikel Republika berjudul "Wapres: Idul Adha Jadi Momen Berbagi Kepada Sesama" pada 31 Juli 2020.

Dalam artikel Republika, dijelaskan bahwa Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan perayaan Idul Adha menjadi momen tepat bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan dan terdampak pandemi COVID-19.

“Ini justru yang paling penting untuk berbagi, terutama untuk menolong orang-orang yang miskin, apalagi pada masa pandemi ini banyak orang yang hidupnya kemudian menjadi miskin dan kehilangan pekerjaan,” kata Wapres Ma’ruf Amin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (31/7).

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, sehingga Ma’ruf memprediksi jumlah warga miskin baru akan meningkat. Sehingga, selain bantuan sosial dari Pemerintah, uluran tangan dari umat yang mampu juga dapat meringankan beban warga miskin.

Ma’ruf menambahkan bahwa berkurban di Hari Raya Idul Adha tidak selalu harus dimaknai dengan menyembelih hewan qurban.“Namun, berqurban yang lebih penting adalah berbagi dan menolong kepada sesama, terutama di masa pandemi COVID-19 ini di mana banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Wapres juga berpesan agar seluruh umat Islam tetap tabah dan terus berjuang meskipun pandemi COVID-19 belum berakhir. Menurut Ma’ruf, pandemi COVID-19 merupakan cobaan dari Allah yang harus bisa dilalui dengan keimanan dan ketakwaan.

“Karena dalam situasi biasa-biasa saja, tentu orang tidak pernah kelihatan, tapi akan kelihatan kalau mengalami ujian atau cobaan. Ketabahan-ketabahannya, kepanikannya di situ akan terlihat,” pesannya.

Dalam perayaan Idul Adha kali ini, Wapres mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah di tengah cobaan pandemi COVID-19.

“Mudah-mudahan dengan Idul Qurban, cobaan-cobaan, pentingnya pengorbanan, kepatuhan kepada Allah ini menjadi pelajaran berharga buat kita,” ujarnya.

Kesimpulan

Keterangan "Wapres menyebut Idul Adha tak harus dimaknai dengan menyembelih qurban" dalam tangkapan layar adalah disinformasi. Wapres Ma'ruf Amin menjelaskan memaknai Idul Adha tak hanya dengan kurban saja, tetapi juga harus dimaknai dengan saling menolong orang-orang yang miskin dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini