Apakah Makanan Kedaluwarsa Masih Aman Dikonsumsi? Ini Penjelasannya, Penting Dipahami untuk Jaga Kesehatan

Mengonsumsi makanan yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa seringkali membingungkan. Penting untuk memahami tanda-tanda serta batas aman bagi kesehatan.

Thomas Wardana
Oleh Thomas Wardana - Reporter
Apakah Makanan Kedaluwarsa Masih Aman Dikonsumsi? Ini Penjelasannya, Penting Dipahami untuk Jaga Kesehatan
Ilustrasi Makanan Kadaluarsa Credit: unsplash.com/Chelsea (© 2025 Liputan6.com)

Mengkonsumsi makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa seringkali menimbulkan kebingungan dan perdebatan di kalangan masyarakat. Pertanyaan mengenai keamanan makanan kedaluwarsa untuk dikonsumsi menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan serta menghindari risiko yang tidak diinginkan. Banyak konsumen sering kali keliru dalam memahami arti dari berbagai label tanggal yang tertera pada produk makanan, seperti 'Expired Date' dan 'Best Before'. Kesalahpahaman ini dapat mengakibatkan pembuangan makanan yang sebenarnya masih layak untuk dikonsumsi, atau sebaliknya, mengonsumsi produk yang sudah tidak aman.

Para ahli dan lembaga pengawas pangan secara rutin memberikan panduan untuk memastikan keamanan serta kualitas makanan yang kita konsumsi. Mereka menekankan bahwa meskipun beberapa jenis makanan mungkin masih aman untuk dimakan setelah tanggal tertentu, ada batasan waktu di mana produk tersebut benar-benar tidak lagi aman dan dapat membahayakan kesehatan. Dengan memahami informasi ini, kita dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan mengenai konsumsi makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.

Perbedaan Tanggal Kedaluwarsa dan Baik Digunakan Sebelum

Apakah Makanan Kedaluwarsa Masih Aman Dikonsumsi? Begini Penjelasannya
Ilustrasi Makanan Kadaluarsa Credit: unsplash.com/Chelsea © 2025 Liputan6.com

Penting untuk memahami perbedaan antara "Expired Date" (tanggal kedaluwarsa) dan "Best Before" (baik digunakan sebelum) karena keduanya memiliki makna yang berbeda dalam konteks keamanan dan kualitas makanan. Tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas akhir kapan suatu produk dapat dikonsumsi dengan aman. Setelah melewati tanggal tersebut, produk tidak lagi dijamin aman untuk dikonsumsi karena adanya perubahan kandungan yang bisa berisiko menyebabkan keracunan makanan. Produk yang biasanya memiliki tanggal kedaluwarsa adalah jenis makanan yang mudah rusak, seperti daging segar, susu, dan beberapa makanan olahan. Jika suatu produk telah melewati tanggal kedaluwarsa, sebaiknya dibuang segera karena dapat membahayakan kesehatan. Para ahli kesehatan menyatakan bahwa tanggal kedaluwarsa berkaitan langsung dengan keamanan makanan, sehingga setelah tanggal ini, makanan sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menghindari masalah kesehatan.

Di sisi lain, penandaan "baik digunakan sebelum" lebih merujuk pada kualitas produk daripada keamanannya. Ini berarti produk akan memberikan rasa, tekstur, dan nilai gizi terbaik sebelum tanggal yang tertera. Setelah tanggal tersebut, meskipun produk masih bisa dikonsumsi, kualitasnya mungkin sudah menurun, seperti rasa yang tidak sebaik sebelumnya. Tanggal "best before" sering ditemukan pada produk yang lebih tahan lama, seperti sereal, keripik, roti kering, dan makanan kalengan. Produk yang telah melewati tanggal baik digunakan sebelum masih dapat dikonsumsi selama kemasannya tidak rusak dan tidak ada tanda-tanda pembusukan. Namun, sangat penting untuk memeriksa kembali kualitas produk, misalnya dengan memperhatikan tekstur dan aroma, sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

Apakah Aman Konsumsi Makanan Kedaluarsa?

Ilustrasi Makanan
Ilustrasi Makanan Credit: Freepik

Para pakar di bidang keamanan pangan serta lembaga pengawas seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di Indonesia sangat menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa. Kepala Biro Hukum dan Humas BPOM, Budi Djanu Purwanto, menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mengambil risiko. "Jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa sebaiknya dibuang dan tidak lagi dimakan," ujarnya. BPOM juga menambahkan bahwa kualitas dari suatu pangan terjamin selama belum melewati masa kedaluwarsa.

Menurut pernyataan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, "Pangan olahan harus memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi." Pernyataan ini menunjukkan bahwa kualitas dan keamanan produk pangan sangat bergantung pada kepatuhan terhadap tanggal yang tertera pada kemasan. Meskipun ada beberapa makanan dengan label "best before" yang masih dapat dikonsumsi setelah tanggal tersebut, dr. Dion Haryadi menekankan pentingnya untuk memeriksa kondisi fisik makanan sebelum mengonsumsinya. Para ahli keamanan pangan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam rantai pasokan mematuhi regulasi dan pedoman keamanan pangan, mulai dari bahan baku hingga produk akhir.

Bahaya Mengonsumsi Makanan Kedaluwarsa

Ilustrasi Sakit Perut
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay

Mengkonsumsi makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa dapat mengakibatkan berbagai risiko bagi kesehatan, mulai dari masalah ringan hingga penyakit yang lebih serius. Makanan yang sudah kedaluwarsa sering kali menjadi sarang bagi bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria. Bakteri tersebut dapat memicu keracunan makanan dengan gejala yang meliputi mual, muntah, diare, demam, dan nyeri perut.

Dalam situasi yang parah, keracunan makanan bisa berujung pada kondisi yang fatal, terutama bagi kelompok yang rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan orang lanjut usia. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak mengonsumsi makanan yang sudah tidak layak. Selain itu, makanan yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung, nyeri lambung, dan ketidaknyamanan setelah makan. Seiring berjalannya waktu, kandungan nutrisi dalam makanan juga akan menurun, yang dapat mengakibatkan penurunan nilai gizi dan manfaat kesehatan yang seharusnya diperoleh.

Ciri-ciri Makanan yang Sudah Tidak Layak Konsumsi

Apakah Makanan Kedaluwarsa Masih Aman Dikonsumsi? Begini Penjelasannya
Ilustrasi Makanan Kadaluarsa Credit: unsplash.com/Chelsea © 2025 Liputan6.com

Walaupun tanggal yang tertera pada kemasan menjadi acuan utama, terdapat beberapa ciri fisik makanan kedaluwarsa dan tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara ciri-ciri tersebut adalah:

  1. Perubahan aroma menjadi salah satu tanda yang paling mencolok. Jika Anda mencium bau yang aneh atau menyengat, sebaiknya hindari untuk mengonsumsinya.
  2. Perubahan warna juga merupakan pertanda yang signifikan. Misalnya, susu yang berwarna kekuningan atau daging merah serta ayam yang menunjukkan warna hitam kebiruan sebaiknya dihindari karena ini menandakan adanya pembusukan.
  3. Perubahan tekstur pun merupakan ciri penting; makanan yang tidak layak konsumsi bisa menjadi lembek, berlendir, atau memiliki konsistensi kenyal yang tidak wajar. Pada ikan, ciri sebelum mengalami pembusukan adalah adanya bau amis yang tidak sedap serta warna coklat, pucat, atau kekuningan.
  4. Munculnya jamur atau kotoran juga menjadi indikasi yang jelas. Makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk risiko keracunan makanan yang serius.
  5. Terakhir, kondisi kemasan yang buruk juga harus diwaspadai. Kemasan yang rusak, sobek, penyok, atau berkarat pada makanan kaleng menjadi indikator bahwa makanan tersebut mungkin sudah tidak aman. Penting untuk memastikan bahwa kemasan masih dalam kondisi baik dan tidak terdapat kerusakan fisik yang dapat mengindikasikan kontaminasi atau penurunan kualitas.
Rekomendasi